Esai · Potret Online

Prabowo No Mic?

Penulis Agung Marsudi
Juli 28, 2026
2 menit baca 16
a93389e8-a972-4a13-842e-872b821ca630
Foto / IlustrasiPrabowo No Mic?

Oleh Agung Marsudi
Penulis buku Chevronomics

ADA bisik-bisik yang makin kencang belakangan ini: “Prabowo No Mic”. Bukan soal ekonomi. Bukan “Prabowonomics”. Tapi harapan sederhana: agar Presiden Prabowo Subianto dijauhkan dari mikrofon.

Alasannya? Agar pidatonya tidak sering “keseleo lidah” karena terlalu berapi-api. Di era demokrasi digital yang riuh ini, panggung politik memang penuh political stunt. “Ipoleksosbudhankam” kita dipenuhi lalu lintas kebohongan dan kebisingan. Di tengah itu, rakyat justru rindu ketenangan.

“Prabowo No Mic” sejatinya adalah harapan agar kita punya presiden yang lebih banyak berpikir, bersikap, dan bertindak dengan kearifan. Sesuai falsafah Pancasila. Budaya bernegara yang rahayu.

Tentu, catatan ini tidak menafikan siapa Prabowo. Rakyat tahu. Ia ksatria. Seorang prajurit patriotik dan nasionalis. Cintanya pada bangsa ini tak perlu diragukan.

Tapi rakyat juga punya catatan. Ada sederet kata ikonik, yang kini melekat dari pidato-pidato beliau di berbagai kesempatan. “Ndasmu! Bajingan! Brengsek! Londo Ireng!”

Kata-kata itu jadi viral. Jadi meme. Jadi bahan diskusi warung kopi. Bisa dibayangkan jika suatu hari ada pementasan seni monolog berjudul “Presiden Ndasmu!”. Lucu? Mungkin. Tapi di balik tawa itu ada kegetiran. Satu kata presiden sama dengan satu juta meme.

Terlepas dari apakah itu keceplosan, gaya retorika, atau memang sengaja. Jejak digital mungkin bisa dihapus. Tapi perasaan rakyat halus. Rakyat merekam. Kita pernah punya demokrasi terpimpin. Demokrasi Pancasila. Diselingi demokrasi reformasi dengan trias politica yang kadang kalah oleh “manasuka siaran niaga”.

Di tengah semua itu, yang dirindukan rakyat sederhana: suara asli. Suara hati Prabowo yang lantang dan tegas, tanpa pengeras.

“Sir, Yes Sir!”

Mungkin itu kode. Kode bahwa ketegasan tak selalu harus berteriak. Kewibawaan tak selalu harus keluar dari mic.

Solo, 28 Juli 2026

Ikuti Kami
Channel WhatsApp Potret Online
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp kamu
Ikuti Sekarang
✦ ✦ ✦
Apakah tulisan ini bermanfaat?
Tulisan esai ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Redaksi memberikan ruang ekspresi tanpa intervensi isi.
Tentang Penulis
Agung Marsudi
Penulis buku Chevronomics
Diskusi
Upload foto profil (opsional)
Memuat komentar...