Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Oleh Mursyidah Keputusan yang tertulis diatas lembaran lembaran ketetapan . Terukir tiap tulisan dengan pena beragam warna. Menghias lembar demi lembar...
Read moreDetailsDi Jakarta Puisi1 VERITALANDIA; NEGERI KEBENARANOleh: SaidK langit mendadak pecah ketubanrahim angkasa menumpahkanjanin-janin tak bermatabarangkali dosa yang melatasegera mengadopsi kitasebagai...
Read moreDetailsOleh Anies SeptivirawanInginku seperti rintik gerimisMengetuk tanah berulang -ulangPada sore ituSeperti bayangmu puluhan ribuDetik yang laluMencetak bingkai kenangdi tonggak ini...
Read moreDetailsWajahku tuaDan jelek Tanganku bengkokKerjaku hanya meminta Karena menulis puisiAku dikatakan penyair Aku bukan penyairAku hanya peminta-minta Selagi muda aku...
Read moreDetailsilustrasi ist Anto Narasoma sekeping wajah,planga-plongo menatap jalan. ke mana bapak? dalam lomba pidato,emosinya membara"hati-hati, akan kukejar hingga ke jabbal...
Read moreDetailsLuka itu menganga saat ia semakin dipujaApa lagi dipelihara dalam rasa putus asaDiiringi sibuk menimbang sumbangnya suara suara hamba yang...
Read moreDetailsPuisi Bencana SumateraOleh Anies SeptivirawanGumpalan awan hitamAngin kencang dan sambaranPetir dari langit yang menangisAir mata membanjiri bumi SumateraHari itu adalah...
Read moreDetailsOleh: Syarifudin Brutu Aku bersumpah dengan nama-Mu, Tuhan yang tak butuh jidatku menciumi debu, Tapi Tuhan yang menarik pundakku, menyuruhku...
Read moreDetails