Merajut Sepotong Senja
Puisi Anies SeptivirawanWaktu tlah mencetak kita tergeletakkembali di serambi yang sama Kemarin tawa kita pecahseperti kaca, kini mengendap seperti embun...
Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin. Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Puisi Anies SeptivirawanWaktu tlah mencetak kita tergeletakkembali di serambi yang sama Kemarin tawa kita pecahseperti kaca, kini mengendap seperti embun...
Oleh Mustiar Ar di Kutaraja dambaan warga.Kutatap jalan-jalan yang sibuk,menyimpan cerita dalam debu sejarah.Angin laut menyapa pelan,membawa kabar...
Oleh Nasrul BK Pagi yang dingin tersentakTerdengar teriakan emakdi dapurKehabisan garam katanyaAku tersedar dari lenaBingkas bangun ke kedaiMembeli...
Oleh Sitti Zahara Tarmizi Rindu ini milikmuBergemuruh tanpa suaraBermain liar di dasar jiwa paling gilaMembakar setiap lorong sunyi...
Oleh: Novita Sari Yahya Apa arti revolusi dan apa makna reformasiApa makna merdeka seratus persen yang diperjuangkan negeriApa...
Oleh Siska Akmal Berdomisili di Pidie Jaya Suasana malam yang sepi.Lampu jalan memancarkan cahaya di aspal yang basah.duduk...
Oleh Fileski Walidha Tanjung Sabtu, 13 Juni 2026, di kampus STKIP PGRI Ponorogo, Festival Literasi Bahasa dan Sastra...
KAPUR DAN KEBIJAKAN Karya : Istiqomah, S.Si (Fisikawan Demokrasi Jawa Timur/Almuni Fisika Universitas Airlangga Surabaya) Dulu Guru seperti...
oleh Anto Narasoma berita pun pecahketika cahaya lampu dapur makan bergizi gratis tiba-tiba padam pidato manisyang bertabur gula...