Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Oleh Asmaul Husna Inong literasi Besi yang kokoh Tertancap kuat di balik tanah Batu mencengkram adukan semen pasir yang menyatu enggan terpisah Takkan lekang, takkan goyang, dan takkan hilang Titian panjang tempat berlalu Menyambung asa merakit persaudaraan Hijau membentang selaksa pandangan Ranum wangi semerbak kesturi Pipit menari di sela senja Bulir padi kian merunduk Pertanda panen segera tiba Menebar harapan dan rentetan rencana Seragam baru yang akan diganti...
anto narasoma o, bukan sekadar wujud yang saling berjajar satu sama lain karena jari-jari dari berbagai bentuk,selalu menyapa kecantikanmuyang tercatat...
MENGENANG IBUDelia Rawanita Perlahan kususuri rumah iniBegitu lama tak berpenghuniTampak debu menebar pengap tanpa cahaya Ku teruskan langkah iniMenuju ke...
DETAK YANG KEMBALI KEPADA-MU Detak jantung yang bersajakbukan milikkuia hanya meminjam bunyiuntuk menyebut nama-Mu Setiap denyut adalah tasbihyang tidak pernah...