Semestinya Ini Tak Terjadi
Puisi Bencana SumateraOleh Anies SeptivirawanGumpalan awan hitamAngin kencang dan sambaranPetir dari langit yang menangisAir mata membanjiri bumi SumateraHari...
Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin. Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Puisi Bencana SumateraOleh Anies SeptivirawanGumpalan awan hitamAngin kencang dan sambaranPetir dari langit yang menangisAir mata membanjiri bumi SumateraHari...
Oleh: Syarifudin Brutu Aku bersumpah dengan nama-Mu, Tuhan yang tak butuh jidatku menciumi debu, Tapi Tuhan yang menarik...
Oleh Asmaul Husna Inong Literasi Maafkan Atas setiap airmata Yang telah tumpah Maafkan Atas setiap derita Yang telah ada Maafkan Atas setiap rumah Yang telah hilang Aku datang atas titah Sang pemilik alam Aku hadir atas kehendak Sang pemilik kehidupan Untuk menempa kesabaran Untuk memupuk keimanan Dan sebagai peringatan...
Oleh Alkhair Aljohore@ Tuhan-Tuhan Kecil di Meja Bulat Mereka duduk di meja bulat,berlagak seperti takdir dunia berputar di...
Oleh : Novita Sari Yahya Ketika otakmu jatuh ke perutdan nurani terseret ke selangkangan,apa lagi yang tersisadari manusia...
Oleh Tabrani Yunis Pagi ini Kala pagi menepi Secangkir kopi Menebar aroma bunga padi Harumnya menusuk jemari matahari ...
BERLAYAR KE SODOM DAN GOMORA MELALUI PETA PUISI kutulis puisidi atas hamparan bukitlembah dosa mautyang menghijaudisemai pohon palem...