Puisi

Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin. Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.

1,007 artikel Diperbarui: 27 Agustus 2026
Filter: Terbaru Terpopuler Pilihan Editor

Ketika Bambu Menghafal Angin

Karya Juni Ahyar Di sela rumpun bambu angin belajar menyebut namanya sendiri. Tak ada guru,tak ada kitab,hanya buluh-buluh...

Puisi

Momentum Bola dan Demokrasi

Oleh Istiqomah, S.Si (Fisikawan Demokrasi/Alumnus Fisika Universitas Airlangga Surabaya) Lampu stadion menyalakan langitDi tengah sorak dan kibaran bendera,sebuah...

Antologi Puisi

Namaku Malu dan Kita Sudah Merdeka

Puisi-Puisi Din Saja Namaku Malu aku malu,karena tidak memberi maafkepada orang-orang yang telah menzalimi diriku aku malu,karena merasa...

Puisi

Kita Sedang Berjalan ke Arah-Nya

Oleh  Juni Ahyar Tak seorang punbenar-benar berjalanmenuju masa depan. Yang kita sebut hari esokhanyalah namabagi jarakyang semakin pendekmenuju liang keabadian. Setiap pagiumur tidak bertambah. Ia justru berkurangsatu halaman,sementara catatan amaldiam-diammenulis dirinya sendiri. Kita sibukmenggambar istanadi atas kalender. Menghitung gaji,mengejar gelar,memburu pujian,mengumpulkan duniaseolah waktubersedia menunggu. Padahal,di belakang setiap detik,ada malaikatyang menghitunglangkah kitake arah pulang. Lihatlah duniatidak sedang mendekatimu. Ia perlahan menjauh,seperti senjayang menanggalkan cahayatanpa meminta izin. Sebaliknya, akhiratterus berjalanke arahmu. Ia tidak tergesa. Namuntak pernah terlambat. Betapa banyakangan-anganyang tumbuhlebih tinggidaripada usia pemiliknya....

Poem

The Philosophy of Walking

Though human beings are naturally born to walk,it is the one thing that most of us are too...

Puisi

Berkalang Musim Rindu Sirna

Oleh Mustiar Ar Berkalang musim, rindu akhirnya luruh menjadi debu. Daun-daun waktu gugur tanpa sempat mengucap salam. Langit...

Puisi

Asa Nan Karam

Oleh Lahmuddin Yurdani Kulalui kehidupan dengan segenap harapan Walau harus melewati kerikil kerikil tajam Aku hidup dalam angan...

Puisi

Energi Bangsa yang Dikorupsi

Oleh: Istiqomah,S.Si (Fisikawan Demokrasi/Alumni Fisika Universitas Airlangga Surabaya) Hukum kekekalan energi berkata:Energi tidak pernah hilang.Ia hanya berubah bentuk....