Bung
Puisi Pril Huseno Bung, mari kita kembali berkunjungPada satu sudut kopi di bilangan menteng rayaDi sana sampai kini,...
Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin. Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Puisi Pril Huseno Bung, mari kita kembali berkunjungPada satu sudut kopi di bilangan menteng rayaDi sana sampai kini,...
HARMONI BENTALA Kelopak terbuka, menatap heningnya dunia.Kicau burung bersambut menyapa,embun pagi seakan membasuh murungnya rasa.Hangatnya sang surya turut...
Oleh Tabrani Yunis Nak dayungkan lebih ramai Dengan semangat yang mengurai Agar kita bergerak dan segera selesai Pada...
SAJAK AFNAN MALAY tidurlah sayanglaksana matahari bergantibulan, menukar lelah berbagisenyap dalam dekapan biarlah keriuhantinggal kenanganmenyalin catatanyang kita biarkanpulang,...
Oleh Tabrani Yunis Kursi-Kursi setan berkilau Menggiurkan dan memukau bergoyang goyang menghimbau Para pengembara tahta semakin galau Kursi-kursi setan...
Sesercah Catatan Sibungsu aku bungsu mana yang katanya bungsu selalu dimanja mana yang katanya bungsu selalu dapat masa...
Keinginan dan Aku Jika cinta milik Tuhan Kebebasan milikku Pemberontakan milik semuanya Aku bebas apa-apa yang mesti kumiliki...
Oleh Tabrani Yunis Akulah lelaki Punya seonggok mimpi Merindukan istri seindah bidadari Yang menebar aroma surgawi Tapi aku...
SAJAK AFNAN MALAY aku tumbuhdari perempuanyang kupanggilibu aku mematuhi perempuanseperti aku mematuhi ibu gurukuaku tak bertanya ibu guru...