Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Sajak Pamflet Marlin Dinamikanto sebenarnya aku mau tiduristirahat di pembaringandengar lagu Lullabybiar hati tenangseperti daun yang jatuhdipeluk anginhanyut ke telaga...
Sesap AsapCut Putri Dinata (Inong Literasi) Belakang rumah kita tanah terhamparTak ada semakLenyap belukarDisesap asapApi meranggas, melebar diterbang anginLangit kelabu.Bukan...
RETAK HATE Gulita memeluk malam dengan sabar,jangkrik mengalun seperti doa kecil.Panyot berkelip di sudut rumah,menahan letih cahaya yang tersisa.Azan subuh...
Limpahan rahmat- Mu Genggamlah ikrar inihanya satuhanya Esatidak menyerupai benda lain Dakaplah di dadamuucapan tiada tuhan hanya AllahNabi Muhamad Rasullullahpenghulu...
Tetek: Simbol yang Diperebutkan Tetek di dada ibusimbol kehidupan anak. Tetek di dada gadis ranumsimbol kedewasaan. Tetekmusimbol keperempuanan,karena hanya perempuanyang...
Oleh Ilhamdi Sulaiman. (Sesungguhnya Aku akan mengumpulkan kembali tulang belulangmu yang tercecer dan menyempurnakannya.”Al Qiamah Dalam hisab aku menyaksikanumat berbaris...
Karya: Sulaiman Juned Jangansalahkan hujan Membawa pohon, batu, beton dan rumah-rumah juga mobil memenuhi sungai menghancurkan ladang serta sawah-sawah. Kenapa...