Sekuntum Puisi Muhammad Aulia Rahmat
Keinginan dan Aku Jika cinta milik Tuhan Kebebasan milikku Pemberontakan milik semuanya Aku bebas apa-apa yang mesti kumiliki...
Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin. Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Keinginan dan Aku Jika cinta milik Tuhan Kebebasan milikku Pemberontakan milik semuanya Aku bebas apa-apa yang mesti kumiliki...
Oleh Tabrani Yunis Akulah lelaki Punya seonggok mimpi Merindukan istri seindah bidadari Yang menebar aroma surgawi Tapi aku...
SAJAK AFNAN MALAY aku tumbuhdari perempuanyang kupanggilibu aku mematuhi perempuanseperti aku mematuhi ibu gurukuaku tak bertanya ibu guru...
Oleh Mursyidah Keputusan yang tertulis diatas lembaran lembaran ketetapan . Terukir tiap tulisan dengan pena beragam warna. Menghias lembar...
Di Jakarta Puisi1 VERITALANDIA; NEGERI KEBENARANOleh: SaidK langit mendadak pecah ketubanrahim angkasa menumpahkanjanin-janin tak bermatabarangkali dosa yang melatasegera...
Oleh Anies SeptivirawanInginku seperti rintik gerimisMengetuk tanah berulang -ulangPada sore ituSeperti bayangmu puluhan ribuDetik yang laluMencetak bingkai kenangdi...
Wajahku tuaDan jelek Tanganku bengkokKerjaku hanya meminta Karena menulis puisiAku dikatakan penyair Aku bukan penyairAku hanya peminta-minta Selagi...
ilustrasi ist Anto Narasoma sekeping wajah,planga-plongo menatap jalan. ke mana bapak? dalam lomba pidato,emosinya membara“hati-hati, akan kukejar hingga...
Luka itu menganga saat ia semakin dipujaApa lagi dipelihara dalam rasa putus asaDiiringi sibuk menimbang sumbangnya suara suara...