Puisi

Kematian dan Demokrasi

Juli 2026
Oleh: Redaksi

Oleh : Istiqomah,S.Si 

(Fisikawan Demokrasi/Alumni Fisika Universitas Airlangga Surabaya)

Demokrasi punya setengah waktu paruh.  

Ia meluruh pelan saat dibiarkan tanpa koreksi.  

Yang kulihat hari ini bukan peluruhan,  

melainkan pemotongan paksa oleh tangan yang tidak bijaksana.

Demokrasi telah bergeser menjadi oligarki

 Energi tak lagi untuk negeri tapi untuk perut sendiri

Hukum kekekalan tidak berlaku di ruang publik.  

Energi warga dibelokkan, dibenturkan begitu saja

Rakyat melawan rakyat  

Agar pejabat tetap terhormat

Itu namanya adu domba

Sebuah gaya yang diciptakan agar massa saling tolak menolak

bukan saling tarik menarik ke arah akuntabilitas.  

Ketika kami sibuk bertikai, kuasa bergerak tanpa gesekan.

Demokrasi tidak runtuh seketika.  

Ia terdegradasi seperti entropi yang dipercepat.  

Lembaga masih berdiri, papan namanya masih utuh.  

Tapi fungsi kontrolnya sudah dihapus baris demi baris.

Pelumpuhan negeri dipertontonkan, dan kita tak mampu meratapinya.

Legitimasi turun, polarisasi naik.  

Kurva kepercayaan publik membentuk lereng negatif.  

Dan itu bukan kebetulan, itu didesain.

Kini yang hilang bukan hanya hak bersuara.  

Tapi ruang hening untuk berpikir berbeda.  

Tempat di mana salah bisa diuji,  

tanpa dicap sebagai pengkhianat sistem negeri 

Jika ini dibiarkan, maka sistem akan mencapai titik beku.  

Tidak mati, tapi tidak hidup.  

Sebuah demokrasi inersia,berbentuk tapi tidak bergerak

Maka kembalikan pada Reformasi

Demokrasi dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat.  

Bukan retorika. Bukan spanduk.  

Tapi kedaulatan yang bisa diukur, disentuh,dirasakan dan  dipertanggungjawabkan

Maka pemimpin harus tahan uji kritik, seperti material tahan uji gaya.  

Pemimpin harus berani reformasi, seperti sistem yang berani berubah fase.  

Agar demokrasi tak sekarat kembali pada hidup yang bermartabat

Ikuti Kami
Channel WhatsApp Potret Online
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp kamu
Ikuti Sekarang
Tentang Penulis
Media Perempuan Kritis dan Cerdas

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Puisi terbaru untuk dibaca

Populer

Puisi yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir