Oleh Muhammad Maskur (seorang anak yang lelah dengan kehidupan yang dewasa dan dia ingin kembali lagi ke pangkuan ibunya) Lampu...
Read moreDetailsOleh: Syarifudin Brutu Di sebuah kamar yang lebih mirip peti mati beton, dengan plafon yang hanya berjarak 1,5 meter dari...
Read moreDetailsOleh Hanief Arsyad Rania tidak menangis ketika pesawat itu mendarat. Ia bahkan tidak tahu apa yang ia rasakan bukan gembira, bukan...
Read moreDetailsOleh Muhammad Maskur (Keluarga yang semula tampak kokoh dan damai, perlahan kering dan mati. Kehancuran itu bermula saat sosok yang...
Read moreDetailsOleh: Syarifudin Brutu Di ketiak peta Aceh, tepat di mana rawa-rawa Singkil menguapkan aroma lumpur dan air mata, berdirilah sebuah...
Read moreDetailsOleh: Syarifudin Brutu Di pinggiran sebuah sungai yang warnanya lebih mirip kuah opor basi bercampur oli, tiga entitas malang sedang...
Read moreDetails(Anak acuh pada suara ayah yang lumpuh; saat ayah telah tiada, suara itu bergema abadi di telinganya) Oleh: M.Maskur Di...
Read moreDetailsOleh: Syarifudin Brutu Lampu neon di langit-langit RUPBASAN berkedip sekarat, seperti napas hukum di negeri ini: hidup segan, mati pun...
Read moreDetailsOleh: Hanif Arsyad Lima bulan sejak banjir bandang menghantam Aceh Tengah, lumpur masih membekap sawah-sawah di Bener Meriah. Endapannya setebal...
Read moreDetailsOleh: Syarifudin Brutu Lampu-lampu selasar gedung bahasa mulai berkedip layaknya mata pesakitan yang menahan sakaratul maut. Di sana, Malim duduk bersandar pada...
Read moreDetails