Abu Yazid Dan Seekor Anjing

Oleh Reiner Emyot Ointoe
11 Juni 2026
3 menit baca
b20a747b-eb55-4af5-bd29-38a5bad2dad4
Abu Yazid Dan Seekor Anjing

#cerpensufi:

Oleh Reiner Emyot Ointoe

Di tengah perjalanan malamnya, Al-Imam Abu Yazid al-Busthami bertemu dengan seekor anjing.

Dengan sigap, diangkatlah gamisnya, dengan maksud agar tidak terkena najisnya.

Spontan anjing itu berhenti dan memandang Abu Yazid.

Atas kuasa Allah, Abu Yazid mendengar anjing tersebut berbicara, kepadanya:

Wahai Yazid,  tubuhku ini kering, tidak akan menimbulkan najis kepadamu. 

Jika pun terkena najisku, engkau tinggal membasuhnya  dengan tanah  tiga kali dan tanah tujuh kali.

Maka, najisku akan hilang. Namun, jika engkau angkat gamismu, karena berbaju manusia dan merasa lebih mulia.

 Karena menganggap aku hina, maka najis di dalam hatimu, tidak akan mampu terhapus.

Betapapun kau sudah membersihkan dengan air dari  tujuh samudera.

Abu Yazid terkejut mendengar perkataan anjing tersebut.

Dia menunduk malu dan segera meminta maaf kepada si anjing.

Diajaknya anjing tersebut bersahabat dan mengikuti perjalanannya, namun anjing tersebut menolak.

Kemudian anjing itu berkata:

“Engkau tak mungkin bersahabat dengan aku.

Apalagi berjalan denganku, karena orang-orang yang memuliakanmu, akan mencemooh kamu dan melempari aku dengan batu.

Aku juga tidak tahu mengapa. Mereka  menganggap aku hina.

Padahal,  aku telah berserah diri, kepada Pencipta-ku atas wujud ini. 

Lihatlah…

Tidak ada yang aku bawa, bahkan sepotong tulang sebagai bekalku saja tidak.

Sementara engkau masih membawa bekal sekantong gandum.”

Kemudian anjing tersebut berlalu..

Dari jauh Abu Yazid memandangi anjing tersebut, berjalan meninggalkannya.

Tidak terasa air  mata Abu Yazid menetes, dan ia berkata dalam hati: 

“Ya Rabb…

Untuk berjalan dengan seekor anjing ciptaan-Mu saja, aku merasa tidak pantas. 

Bagaimana aku bisa pantas, berjalan dengan-Mu?

Ampunilah aku…

Sucikanlah najis di kalbuku.”

Masyaa Allah. 

Jangan pernah merasa paling mulia pada seluruh makhuk ciptaan Allah lainnya. 

Jangan pula merasa lebih baik, terhormat dari pada orang lain, 

Sungguh Allah cuma lihat hatimu. Bukan wujudmu.

IInna Allaha ‘Alīmun bi dzātis-shudūr.

Manado, Primadona 11 Juni 2026

* Abu Yazid al-Busthami(Bayazid Bastami) adalah seorang sufi besar asal Persia yang hidup pada abad ke-9 M, tepatnya di masa Kekhalifahan Abbasiyah (Islamic Golden Age). 

Ia lahir sekitar tahun 804 M di Bustam, Iran, dan wafat pada 874 M. Ia dikenal sebagai Sultan al-‘Arifin(Raja para Arif) karena ajarannya tentang fana’(lenyapnya ego dalam Allah) dan baqa(keberadaan dalam kesadaran Ilahi).

#coverlagu: 

Lagu Sufi(Wujudku Bayanganmu) karya Artinata resmi dirilis pada 10 Juni 2022 oleh label MK Record Bandung sebagai single berdurasi 4 menit.

#credit foto Abu Yazid dan anjing liar dibuat dengan bantuan AI.

Reiner Emyot Ointoe
Media Perempuan Kritis dan Cerdas

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Populer

Artikel yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir

Baca juga

F X W