Sastra Rendra Yang Tak Pernah Tumpul
Oleh Yani Andoko Ketika Puisi Menjadi Tamparan Di Yogyakarta, 4 Februari 1978, seorang penyair dengan rambut panjang khasnya...
Rubrik Esai menghadirkan tulisan-tulisan reflektif yang merangkai pemikiran mendalam, kritik halus, dan pengalaman personal menjadi satu kesatuan naratif. Setiap esai mengajak pembaca melihat dunia dari sudut pandang yang lebih jernih—melampaui berita harian dan opini cepat. Di sini, gagasan diolah dengan bahasa yang tenang namun tajam, memberi ruang bagi penulis untuk bertanya, meragukan, menantang, dan menemukan makna di balik peristiwa. Rubrik ini menjadi tempat bagi suara yang ingin merenungkan hidup, zaman, dan manusia dengan cara yang lebih intim dan intelektual.
Oleh Yani Andoko Ketika Puisi Menjadi Tamparan Di Yogyakarta, 4 Februari 1978, seorang penyair dengan rambut panjang khasnya...
Oleh Yani Andoko Ketika Seorang Pujangga Mencari “Rumah” di Perantauan Bayangkan Anda adalah seorang penyair tua yang lelah....
Oleh: Nurul Hikmah Dalam kepercayaan yang berkembang dalam masyarakat awam, Rumoh Siribee selama ini dikenal sebagai sebuah rumah atau balairung...
Oleh Yani Andoko Peringatan Yang Terlambat April 1945. Di dalam bunker bawah tanah Berlin, seorang pria dengan kumis...
Oleh Hariya Haldin, S.Pd., M.Pd. Kepala SMK Negeri 1 Kluet Selatan Bulan Agustus, suasana kemerdekaan selalu terpancar di...
Oleh Syarifuddin Brutu Pernahkah kamu merasa hidup ini mirip mesin cetak tiket parkir? Setiap detik dihitung, setiap jengkal...
Oleh Rahman Saleh Bagi sebagian orang, menulis mungkin hanya sekadar menuangkan kata-kata. Namun, bagi Intan Surya Putri, mahasiswi...
oleh Fileski Walidha Tanjung Ada satu kenyataan yang selalu menarik perhatian saya setiap kali sebuah buku bertemu dengan...
Oleh Yani Andoko “Saya tidak mau terpenjara oleh hal semacam itu.” Kalimat itu keluar dari mulut Nasirun dengan...