
Oleh: Tgk. H. Erli Safriza Al Yusufiy, Lc. (Dosen STAI Aceh Selatan & Pimpinan Dayah Babussaadah) Dalam dinamika pemikiran Islam kontemporer, kita seringmenyaksikan kecenderungan memahami agama secara parsialatau sepotong-sepotong. Ada kelompok yang hanya terpakupada keindahan sastra Al-Qur'an (Tafsir), ada yang hanyafanatik pada riwayat (Hadis), dan ada pula yang terjebak dalambelantara logika hukum (Usul Fiqh). Padahal, dalam arsitektur ilmu syariat, pemisahan ketiga disiplinini secara kaku adalah sebuah kekeliruan epistemologis.Ketiganya bukanlah kamar yang terisolasi, melainkan satu"sirkuit intelektual" yang saling mengikat. Tanpa integrasiketiganya, bangunan hukum Islam akan kehilangankeseimbangan. Satu Teks, Tiga Dimensi Analisis Untuk memahami bagaimana interkoneksi ini bekerja, mari kitaambil contoh sederhana namun fundamental: perintah salatdalam ayat “Aqimush Shalah” (Dirikanlah salat). Bagaimanaseorang sarjana muslim merumuskan perintah ini menjadisebuah kewajiban yang praktis? Pertama: Matra Tafsir (Mencari Makna) Pisau analisis Tafsir bekerja di level semantik atau bahasa. Iamembedah apa itu Aqimu dan apa itu As-Shalah. Tafsirmembuka pintu pemahaman tentang "apa" yang diinginkanTuhan. Namun, di level ini, teks masih bersifat global (mujmal).Kita tahu ada perintah, tapi kita belum tahu bagaimana caraoperasionalnya. Kedua: Matra Hadis (Mencari Model) Di sinilah Hadis masuk sebagai Mubayyin atau penjelas. Jika Al-Qur'an menyajikan konsep abstrak, Hadis memberikanmanifestasi nyata. Lewat sabda Nabi ﷺ, "Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat," hadis mengonversiperintah abstrak tadi menjadi detail teknis: ada ruku’, sujud, danjumlah rakaat. Hadis adalah validasi praktis agar wahyu tidakhanya menjadi teori di atas kertas. Ketiga: Matra Usul Fiqh (Mencari Logika Hukum)...
Oleh Yani Andoko Siang Bolong Yang Terik Dan Sebuah Bom Waktu Tak terbayangkan di sebuah ruangan sempit seluas 15 meter...
Oleh Denny JA Malam itu, di sebuah ruang doa kecil di Roma, lilin-lilin menyala pelan. Seorang imam tua berbisik, “Dunia...
Oleh Rosadi Jamani Di negeri ini, tidak ada yang lebih sakral dari status “lolos ke Universitas Indonesia,” apalagi kalau sudah...
. Oleh: Tgk. H. Erli Safriza Al-Yusufiy, Lc. (Pimpinan Dayah Madinatuddiniyah Babussaadah & Ketua HUDA Aceh Selatan) Bahasa bukan sekadar...
Ilustrasi oleh AIOleh Tabrani Yunis Popon:“Nyanyak, tahu nggak? Di Tapaktuan dulu ada tradisi unik namanya Antak Kudo.”Nyanyak:“Antak Kudo? Wah, kedengarannya seperti…
Ilustrasi dibantu oleh AIOleh Teuku MasrizarDi sebuah kota kecil bernama Tapaktuan, hiduplah seorang anak bernama Rafli. Suatu hari, Rafli membawa…
Ilustrasi menggunakan AIOleh Tabrani Yunis Di sebuah kampung kecil bernama Sawang, di Aceh Utara, ada anak-anak yang sangat rajin belajar. Setiap…
Ilustrasi AIOleh Dewi Ayu Larasati, SS, M. HumTak sabar rasanya, hari ini ingin segera berlalu. Kenapa? Yaaa…karena besok pagi, Dita beserta ayah…

Oleh Ananda Nayla Tabrani Yunis When I was shopping at POTRET Gallery on Jalan Prof. Ali Hasyimi, Pango Raya, Banda ...

By Nakesya Azkia Sakhi The Student of Class 8.6 MTsN 1 Banda Aceh Hello everyone, I would like to share ...

By Mohd Abbas Abdul Razak, PhD, IIUM In the Muslim lunar calendar, Ramadhan is one of the most anticipated months ...

By Mohd Abbas Abdul Razak, PhD Visiting AIU In early August 2025, I had the opportunity to visit Albukhary International ...

By Mohd Abbas Abdul Razak, Ph.D In a world so divided by wealth, power, race, and ideologies, I did not find ...
Oleh: Suko Wahyudi Krisis arah tidak selalu menampakkan dirinya dalam bentuk kegagalan yang kasat mata. Ia justru bekerja secara halus,...
Oleh: Suko Wahyudi. Pegiat Literasi, tinggal di Yogyakarta Kenaikan harga plastik menjelang Lebaran 2026 tidak layak dibaca sebagai sekadar gejala...
Oleh: SurotoKetua Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis (AKSES) Selama ini, wajah ritel modern di Indonesia didominasi oleh dua jaringan besar yang...
Oleh : Prof. Didik J Rachbini, Ph.D. / Rektor Universitas Paramadina, Ekonom Senior Indef Krisis energi global bukan lagi ancaman...
Oleh: Tabrani Yunis Allah menciptakan manusia sebagai makhluk yang sempurna. Berbeda dengan makhluk lainnya, manusia dilengkapi akal, pikiran, nafsu, akhlak,...
Read moreDetailsketakutan, atau kegembiraan dapat muncul dan mengalir dengan lebih alami ketika seseorang merasa terhubung dengan lingkungan yang hidup.
Ketika validasi digital menjadi ukuran nilai diri, maka kerapuhan identitas pun tak terhindarkan.
“Di sekolah kami ada begitu banyak drama, semakin parah karena kepala sekolah ikut nimbrung di dalam.” Demikian seorang guru di...
Media sosial di era digital tidak hanya mempercepat arus informasi, tetapi juga berkontribusi terhadap munculnya prasangka melalui penyebaran hoaks, ujaran...
Read moreDetailsTidak semua jurusan yang diremehkan itu salah. Kadang, justru di situlah kebutuhan terbesar berada—hanya saja belum banyak yang menyadarinya. “Kuliah...
Read moreDetailsOleh Dayan Abdurrahman Euforia Akademik di Tengah Ingatan Kolektif Aceh Aceh bukan tanah yang asing dengan kegemilangan. Dalam lembaran sejarahnya,...
Read moreDetailsOleh: Lutfiah Rahmah Memasuki dunia perguruan tinggi bukan sekadar melanjutkan pendidikan, tetapi juga menghadapi fase adaptasi yang tidak ringan. Mahasiswa...
Read moreDetailsOleh Feri Irawan Penulis adalah Kepala SMKN 1 Gandapura Guru dan orang tua (wali murid) adalah satu nyawa. Mengapa demikian?...
Read moreDetailsOleh Ridwan al-Makassary Dalam sejarah agung penaklukan Islam atas Persia, pada fase awal ekspansi Islam, ada satu peperangan yang namanya...
Read moreDetails
(Bagian Kedua) Oleh : Teuku Masrizar Jam menunjukkan pukul 11.00 WIB. Sejak pagi saya sudah berkutat dengan pekerjaan kantor. Badan...
Read moreDetailsOleh: Novita Sari Yahya Sejarah Indonesia memperlihatkan bahwa para pendiri bangsa tidak lahir sebagai pemimpin secara instan. Mereka tumbuh melalui...
Read moreDetailsSelamat datang di potretonline.com, media perempuan kritis dan cerdas. Di sini kami menghadirkan gagasan, refleksi, karya sastra, dan tulisan yang mendorong pemikiran kritis serta memperkuat suara perempuan dalam kehidupan sosial, budaya, dan pendidikan.
© 2026 potretonline.com






