Artikel

Pahit Kopi Kembali Manisnya

Oleh Redaksi
December 10, 2025
0

Oleh Abdul Aziz Ali cawan kopi hanyut di bumi sumaterapahit di rasa,tertumpah simpatiterasa di hati hanya seberkas doa untukmu, sumatera...

Baca SelengkapnyaDetails
#Cerpen

Air Mata Aceh

Oleh Redaksi
December 10, 2025
0

Karya Rasya RamadhaniSiswa SMAN 1 LHOKSEUMAWE Hujan terus mengguyur, membasahi bumi Serambi Mekah yang kini berubah menjadi lautan luas. Sungai-sungai...

Baca SelengkapnyaDetails
Artikel

Sebatas Usia

Oleh Redaksi
December 9, 2025
0

Rositah IbrahimJenjaromMalaysia Sebatas Usia Garing petangAngin melayah, liukDaun-daun luruhAda yang mencatat namamu. Hidup lelah-payahKini ternoktahPada garis takdir. Ruang ingatan kamiMemeta...

Baca SelengkapnyaDetails
Essay

Dari Kesulitan untuk Menyongsong Masa Depan dan Cita-cita

Oleh Redaksi
December 9, 2025
0

Oleh: Kang Thohir Ketika kita sedang kesulitan kita akan mengalami berbagai tantangan, yaitu meminta, berharap ingin diberi, dan hilang kesabarannya....

Baca SelengkapnyaDetails
  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    164 shares
    Share 66 Tweet 41
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    155 shares
    Share 62 Tweet 39
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    145 shares
    Share 58 Tweet 36
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    57 shares
    Share 23 Tweet 14
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    51 shares
    Share 20 Tweet 13
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Kisah Heroik Keluarga Ibrahim serta Doa-doanya dalam Al-Qur’an

Siti HajarOleh Siti Hajar
September 2, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh: Siti Hajar

Nabi Ibrahim adalah seorang kekasih Allah yang sepanjang hidupnya diuji dengan cobaan-cobaan besar. Bersama keluarganya, beliau menorehkan kisah pengabdian, kesabaran, dan pengorbanan yang membuat mereka dijadikan panutan bagi umat manusia sepanjang zaman dan ditulis dalam Al-Qur’an.

Ibrahim dan istrinya, Sarah, hidup berpuluh tahun tanpa dikaruniai anak. Namun cinta dan kesetiaan di antara mereka tetap utuh. Hingga pada suatu ketika, Sarah yang penuh kasih rela mengorbankan perasaannya. Ia meminta Ibrahim menikahi Hajar, seorang budak yang mereka miliki, agar Ibrahim bisa memperoleh keturunan. Dari pernikahan ini lahirlah seorang putra yang kelak menjadi ayah bangsa Arab, yaitu Ismail.

Namun, fitrah manusia tak bisa diingkari. Rasa cemburu tumbuh dalam hati Sarah ketika melihat kebahagiaan Ibrahim bersama Hajar dan anaknya. Atas izin Allah, Ibrahim membawa Hajar dan Ismail pergi jauh, meninggalkan Palestina menuju sebuah lembah tandus yang kelak dikenal sebagai Makkah. Di sanalah, di antara bukit Shafa dan Marwah, Ibrahim meninggalkan Hajar dan bayi kecilnya hanya dengan sedikit perbekalan.

Hajar, meski hatinya tersayat, tidak menentang. Ia tidak berkeluh kesah pada Ibrahim, karena tahu ini semua adalah perintah Allah. “Jika ini perintah Allah, maka Dia tidak akan menyia-nyiakan kami,” demikian keyakinan Hajar yang teguh. Ia tetap tinggal bersama bayinya, bersandar pada pertolongan Allah.

Ketika persediaan air habis dan Ismail menangis kehausan, Hajar berlari-lari kecil antara bukit Shafa dan Marwah, mencari-cari setetes air. Tujuh kali ia bolak-balik, hingga langkahnya terhenti karena letih. Saat ia kembali pada bayinya, sebuah keajaiban terjadi: dari bawah kaki kecil Ismail, terpancarlah air zamzam. Hajar segera menampungnya, dan mata air itu terus mengalir hingga kini, menjadi sumber kehidupan bagi kota suci Makkah.

Di tengah lembah itu, Ibrahim pun menengadahkan tangan, memohon dengan doa yang indah:

“Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak memiliki tanam-tanaman, dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati. Ya Tuhan kami, (jadikanlah) mereka orang-orang yang mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka, dan berilah mereka rezeki dari buah-buahan, agar mereka bersyukur.” (QS. Ibrahim [14]:37)

Doa itu dikabulkan Allah. Dari sebuah lembah tandus, Makkah tumbuh menjadi kota yang ramai, tempat manusia dari seluruh penjuru dunia berkumpul untuk beribadah.

Tahun-tahun berlalu, Ibrahim kembali mengunjungi Hajar dan Ismail. Di masa itulah Allah memerintahkan Ibrahim dan putranya untuk membangun Ka’bah. Batu demi batu mereka tegakkan, tangan tua Ibrahim menyusun bersama tangan muda Ismail. Dan dari tengah kerja keras itu, mereka berdoa:

📚 Artikel Terkait

🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

Manusia Yang Berbudaya

Menulis dan Melukis: Sama

Sastra yang Lupa Berkaca

“Ya Tuhan kami, terimalah dari kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau, dan (jadikanlah) di antara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau. Tunjukkanlah kepada kami cara-cara ibadah kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.”
(QS. Al-Baqarah [2]:127–128)

Betapa mulia doa ini. Ibrahim tidak hanya memikirkan dirinya dan anaknya, tetapi juga generasi keturunannya hingga akhir zaman.

Kisah keluarga Ibrahim semakin memuncak ketika datang ujian yang luar biasa. Saat Ismail telah remaja, Allah memerintahkan Ibrahim dalam mimpinya untuk menyembelih putranya. Dengan penuh kepasrahan, Ibrahim menyampaikan hal itu pada Ismail. Dan alangkah teguhnya hati sang anak ketika menjawab,

“Wahai ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu. Insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.” (QS. Ash-Shaffat [37]:102)

Maka keduanya berjalan menuju tempat penyembelihan. Ibrahim menundukkan hati, Ismail pun menyerahkan diri. Saat pisau didekatkan ke leher Ismail, Allah menggantinya dengan seekor kibas. 

Perintah agung itu sejatinya adalah ujian, dan mereka lulus dengan kemuliaan.

Tidak berhenti di situ, Ibrahim juga selalu berdoa agar keturunannya menjadi generasi yang tetap menjaga ibadah:

“Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat. Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.” (QS. Ibrahim [14]:40)

Doa ini adalah bukti bahwa Ibrahim tidak hanya ingin meninggalkan warisan harta atau kedudukan, melainkan warisan iman yang abadi.

Perjalanan hidup keluarga Ibrahim merupakan teladan yang ditulis dalam Al-Qur’an agar umat manusia mengambil pelajaran. Dari Ibrahim kita belajar tentang tauhid, doa, dan pengorbanan. Dari Hajar kita belajar tentang kesabaran dan tawakal kepada Allah. Dari Ismail kita belajar tentang ketaatan seorang anak kepada Allah dan orang tuanya.

Tak heran jika Allah berfirman, bahwa Dia memilih keluarga Ibrahim bersama keluarga Imran sebagai panutan bagi seluruh manusia (QS. Āli ‘Imrān: 33). Hingga akhir zaman, kisah keluarga Ibrahim akan terus dikenang, menggetarkan hati jutaan manusia di seluruh dunia, dan mengajarkan bahwa ketaatan sejati hanya milik mereka yang sanggup mengorbankan segala demi cinta kepada Allah.

Dari kisah Nabi Ibrahim ini banyak ilmu parenting yang bisa kita ambil hikmahnya dan dapat kita terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Semoga kita selalu dalam lindungan Allah. Aamiin ….

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 68x dibaca (7 hari)
Keriuhan Media Sosial atas Kasus Keracunan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Keriuhan Media Sosial atas Kasus Keracunan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
2 Oct 2025 • 62x dibaca (7 hari)
Harmony with Nature: A Global and Islamic Perspective
Harmony with Nature: A Global and Islamic Perspective
29 Nov 2025 • 55x dibaca (7 hari)
Hancurnya Sebuah Kemewahan
Hancurnya Sebuah Kemewahan
28 Feb 2025 • 52x dibaca (7 hari)
Hari Ampunan
Hari Ampunan
1 Mar 2025 • 45x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Siti Hajar

Siti Hajar

Siti Hajar adalah seorang perempuan lahir di Sigli pada 17 Desember. Saat ini tinggal di Banda Aceh dan bekerja sebagai tenaga kependidikan di Fakultas Pertanian USK. Menggemari dunia literasi karena baginya menulis adalah terapi dan cara berbagi pengalaman. Beberapa buku yang sudah cetak, di antaranya kumpulan cerpen, “Kisah Gampong Meurandeh” Novel, Sophia dan Ahmadi, Patok Penghalang Cinta, Beberapa novel anak, di antaranya The Spirit of Zahra, Mencari Medali yang Hilang, Petualangan Hana dan Hani. Ophila si Care Taker. Dan buku Non Fiksi, Empati Dalam Dunia Kerja (Bagaimana Menjadi Bos dan karyawan yang Elegan) Ingin berkomunikasi lebih lanjut bisa menghubungi nomor WhatsApp 085260512648. Email: sthajarkembar@gmail.com

Please login to join discussion
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025
#Sumatera Utara

Sengketa Terpelihara

Oleh Tabrani YunisJune 5, 2025
Puisi

Eleği Negeriku  Yang Gelap Gulita

Oleh Tabrani YunisJune 3, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    164 shares
    Share 66 Tweet 41
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    155 shares
    Share 62 Tweet 39
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    145 shares
    Share 58 Tweet 36
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    57 shares
    Share 23 Tweet 14
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    51 shares
    Share 20 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Bulan Oktober 2025

Oleh Redaksi
October 7, 2025
Postingan Selanjutnya
Menuju Satu Abad Kemerdekaan, Keadilan Sosial Masih Menjadi Tanda Tanya Besar

Menuju Satu Abad Kemerdekaan, Keadilan Sosial Masih Menjadi Tanda Tanya Besar

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Sign Up with Facebook
Sign Up with Google
OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00