Ketika Sekolah, Orang Tua, dan BNN Bersatu Menjaga Generasi Bangsa dari Bahaya Narkoba

Oleh: Nurbadriyah, M.Pd.
Pengawas SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten Wilayah Kota Cilegon
“Mencegah narkoba bukan hanya tugas BNN. Ini adalah tugas seluruh ekosistem pendidikan.”
Di tengah semakin kompleksnya tantangan yang dihadapi remaja saat ini, sekolah tidak cukup hanya mengajarkan matematika, bahasa, ataupun sains. Sekolah juga harus menjadi benteng terakhir yang menjaga masa depan anak-anak Indonesia dari ancaman narkoba, kekerasan, dan berbagai perilaku berisiko lainnya.
Berangkat dari pemikiran tersebut, setelah mengikuti kegiatan Sosialisasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Provinsi Banten berkolaborasi dengan BNN Provinsi Banten pada Rabu, 22 Juli 2026, Pengawas SMA Provinsi Banten Wilayah Kota Cilegon, Nurbadriyah, menggagas sebuah gerakan kolaboratif yang diberi nama IKAN BAKAR.
IKAN BAKAR bukan sekadar nama program. Ini merupakan akronim dari Integrasi Kurikulum Anti Narkoba Berbasis Karya. Sebuah gerakan pendidikan yang mengintegrasikan pencegahan narkoba ke dalam budaya sekolah, pembelajaran, keterlibatan orang tua, serta kreativitas peserta didik.
Program ini lahir dari keyakinan bahwa pencegahan akan jauh lebih efektif dibandingkan penanganan ketika penyalahgunaan narkoba telah terjadi.
Pengawas Sekolah Sebagai Penggerak Perubahan
Sebagai Pengawas SMA yang membina sekolah di Wilayah Kota Cilegon, Nurbadriyah memandang bahwa pengawasan akademik dan manajerial harus mampu menjawab persoalan nyata yang sedang dihadapi peserta didik.
Melalui Program IKAN BAKAR, pengawas tidak hanya melakukan supervisi administrasi sekolah, tetapi hadir sebagai fasilitator kolaborasi antara:
● Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten
● BNN Provinsi Banten
● Kepala sekolah
● Guru
● Orang tua
● Peserta didik
Kolaborasi ini diharapkan mampu membangun sistem pencegahan narkoba yang berkelanjutan.
Roadshow Perdana di SMA Al Munawaroh Cilegon
Roadshow pertama Program IKAN BAKAR dilaksanakan di SMA Al Munawaroh Kota Cilegon.
Kegiatan menghadirkan narasumber dari BNN Provinsi Banten, yaitu Mitha Maharani, bersama tim Asti dan Suci yang melaksanakan pemeriksaan urine sebagai bentuk deteksi dini terhadap penyalahgunaan narkoba.
Kegiatan mendapat sambutan luar biasa dari kepala sekolah, guru, orang tua, dan murid.
Suasana kegiatan berlangsung hangat namun penuh makna. Orang tua memperoleh pemahaman mengenai tanda-tanda awal penyalahgunaan narkoba, pentingnya komunikasi dengan anak, serta strategi membangun keluarga yang harmonis sebagai benteng utama pencegahan.
Sementara itu peserta didik mendapatkan edukasi mengenai bahaya narkoba, dampaknya terhadap kesehatan, masa depan, serta konsekuensi hukum yang dapat ditimbulkan.
Tidak Berhenti pada Sosialisasi
Yang membedakan Program IKAN BAKAR dengan kegiatan sosialisasi biasa adalah keberlanjutannya.
Nurbadriyah akan melakukan pendampingan kepada seluruh sekolah binaan untuk:
● mengintegrasikan materi anti narkoba ke dalam Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP);
● mengembangkan pembelajaran mendalam (Deep Learning) yang mengangkat isu pencegahan narkoba;
● memperkuat budaya sekolah aman dan nyaman;
● membangun komunikasi intensif antara sekolah dan orang tua;
● melakukan refleksi serta evaluasi berkala.
Dengan demikian, pesan anti narkoba tidak hanya disampaikan dalam seminar satu hari, tetapi hidup dalam aktivitas pembelajaran setiap hari.
Salah satu keunikan Program IKAN BAKAR adalah menjadikan peserta didik sebagai agen kampanye.
Seluruh sekolah akan menghasilkan berbagai karya inovatif seperti:
● artikel;
● video edukasi;
● film pendek;
● podcast;
● konten media sosial;
● lagu;
● puisi;
● poster digital;
● komik edukasi.
Karya-karya tersebut diharapkan mampu menyebarkan pesan positif kepada masyarakat luas bahwa generasi muda memilih hidup sehat, berprestasi, dan bebas narkoba.
Sebagai bentuk komitmen seluruh warga sekolah, kegiatan juga diakhiri dengan:
● Deklarasi Sekolah Bersih Narkoba;
● Penandatanganan Pakta Integritas oleh kepala sekolah, guru, orang tua, dan peserta didik;
● Komitmen bersama mewujudkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas narkoba.
Melalui langkah kecil yang dilakukan secara konsisten, Program IKAN BAKAR diharapkan menjadi gerakan pendidikan yang mampu menginspirasi sekolah-sekolah lain di Provinsi Banten bahkan Indonesia.
Karena menyelamatkan satu anak dari narkoba berarti menyelamatkan satu masa depan bangsa.
“Sekolah yang hebat bukan hanya melahirkan murid yang cerdas, tetapi juga membentuk manusia yang mampu berkata ‘tidak’ terhadap narkoba, ‘ya’ terhadap prestasi, dan berani menjadi pelopor kebaikan di tengah masyarakat. Melalui Program IKAN BAKAR, kami ingin memastikan bahwa pendidikan bukan hanya mengajar, tetapi juga menjaga masa depan anak-anak Indonesia.”
— Nurbadriyah, M.Pd.
Pengawas SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten
Ketua Umum Perkumpulan Penulis Motivator Nasional (PPMN)
Supervisor Program BCKS Kemendikdasmen
Penggerak Literasi Nasional SAGUSAKU IGI
Tim Pengembang Pembelajaran Mendalam Kemendikdasmen Indonesia–Australia
Mengenal Penggagas Program IKAN BAKAR
Program IKAN BAKAR digagas oleh Nurbadriyah, M.Pd., Pengawas SMA pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten yang membina tujuh SMA di wilayah Kota Cilegon. Selama menjalankan tugas sebagai pengawas sekolah, Nurbadriyah dikenal sebagai sosok yang tidak hanya fokus pada peningkatan mutu akademik, tetapi juga konsisten mengembangkan pendidikan karakter, budaya sekolah yang aman dan nyaman, serta gerakan literasi sebagai fondasi pembentukan generasi unggul.
Di tingkat nasional, kiprah Nurbadriyah juga cukup luas. Selain sebagai pengawas sekolah, beliau dipercaya sebagai:
● Ketua Umum Perkumpulan Penulis Motivator Nasional (PPMN) yang aktif mendorong lahirnya penulis-penulis inspiratif dan budaya literasi di Indonesia.
● Supervisor Program BCKS Kemendikdasmen, yang berperan dalam pendampingan dan penguatan implementasi program pendidikan.
● Penggerak Literasi Nasional SAGUSAKU IGI (Satu Guru Satu Buku – Ikatan Guru Indonesia) yang telah menginspirasi banyak guru untuk menghasilkan karya tulis sebagai bagian dari pengembangan profesional berkelanjutan.
● Tim Pengembang Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) Kemendikdasmen Indonesia–Australia, yang berkontribusi dalam pengembangan pendekatan pembelajaran yang menekankan kemampuan berpikir kritis, reflektif, kolaboratif, dan bermakna.
Berbekal pengalaman tersebut, Nurbadriyah meyakini bahwa persoalan narkoba tidak cukup diselesaikan melalui penyuluhan sesaat. Pencegahan harus menjadi bagian dari sistem pendidikan melalui kurikulum, budaya sekolah, kemitraan dengan orang tua, serta pembelajaran yang mampu membentuk karakter dan daya pikir peserta didik.
Karena itulah lahir Program IKAN BAKAR, sebuah gerakan kolaboratif yang menghubungkan sekolah, keluarga, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, BNN Provinsi Banten, dan masyarakat dalam satu tujuan besar, yaitu membangun generasi yang sehat, berkarakter, berprestasi, serta bebas dari penyalahgunaan narkoba dan kekerasan.











