Esai · Potret Online

Tips Melamar Kerja Tanpa Orang Dalam

Penulis Drs. Saiful Bahri, CHRM
Agustus 20, 2026
4 menit baca 11
IMG_2611
Foto / IlustrasiTips Melamar Kerja Tanpa Orang Dalam
Disunting Oleh

Tips Melamar Kerja tanpa Orang Dalam

Oleh: Drs. Saiful Bahri, CHRM

Banyak yang bilang: “Cari kerja sekarang harus ada orang dalam, harus ada koneksi, harus ada  referensi “.

Saya jawab: “Tidak juga”.

Selama 25 tahun lebih saya duduk di kursi HRD perusahaan PMA Jepang, saya meluluskan banyak kandidat yang murni datang sendiri. Tanpa titipan. Tanpa kenalan orang  dalam

Berikut  20 tips yang saya rangkum  berdasarkan oengalaman di lapangan :

*A. SEBELUM INTERVIEW*

*1. Buat Surat Lamaran dengan Rapi*

Langkah pertama ketika seseorang ingin melamar kerja. Buatlah surat lamaran dengan rapi. Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, atau bahasa Inggris jika diminta. Periksa grammar-nya dengan benar. Jangan gunakan bahasa “alai” atau bahasa gaul. HRD menilai dari 1 halaman ini.

*2. Cari Tahu Tentang Perusahaan*

Ini penting. Karena saat sesi wawancara kita tidak “blank” tentang perusahaan, walau tidak tahu seutuhnya. Minimal tahu: bergerak di bidang apa, produknya apa, visinya apa. Pelamar yang tidak tahu apa-apa tentang perusahaan = tidak serius.

*3. Persiapkan Psikotest*

Belajar psikotest sendiri sebelum menghadapi tes psikotest sebenarnya di perusahaan. Tujuannya agar tidak gugup ketika personalia memberikan tes tertulis itu. Banyak contoh soal di internet. Latihan = Kunci.

*4. Jaga Fisik dan Mental*

Jangan begadang pada malam hari. Tidur cukup. Jangan sampai menguap di depan mereka. Dan yang paling penting: tenangkan hati sebelum menghadapi interview. Salat, berdoa. Minta kemudahan kepada Allah.

*B. SAAT INTERVIEW*

*5. Datang 30 Menit Lebih Awal*

Jangan pas-pasan. Datang lebih cepat 30 menit dari jadwal. Ini menunjukkan disiplin dan menghargai waktu orang lain. Nilai plus di mata HRD Jepang.

*6. Perhatikan Adab dan Penampilan*

Pakaian rapi, sopan. Senyum. Salam. Jabat tangan tegas, tapi tidak kaku. Adab ini 50% penilaian.

*7. Jawab Pertanyaan dengan Benar dan Jangan Bertele-tele*

Terutama saat diminta memperkenalkan diri. Kelihatannya sepele, tapi di situ HRD bisa menilai: intonasi, artikulasi, cara berbicara. Jangan terlalu cepat berbicara karena akan terlihat Anda terburu-buru.

*8. Kuasai CV Anda Sendiri*

Jangan lupa bawa fotokopi CV yang pernah Anda kirim. Dan kuasai benar-benar apa yang Anda tulis di CV. Jangan sampai Anda membaca CV di depan pewawancara. Itu sangat tidak baik. Dipastikan Anda gagal.

*9. Jawab dengan Logis*

Perhatikan baik-baik setiap pertanyaan dari pewawancara. Jawab to the point.

*10. Jujur Tentang Kelebihan dan Kekurangan*

Silahkan jelaskan tentang skill dan kelebihan Anda yang bermanfaat bagi perusahaan. Dan jelaskan juga kelemahan Anda jika ditanya. Biasanya ini satu paket: “Apa kelebihan dan kekurangan Anda?”

*11. Ceritakan Pengalaman Tanpa 

Menjelekkan*Jika Anda berpengalaman di tempat kerja semula, ceritakan saja. Tapi jangan sampai menjelek-jelekkan perusahaan lama. Biasanya personalia bertanya: “Kenapa Anda resign dari perusahaan yang lama?” Jawab dengan positif.

*12. Siapkan Jawaban “Masalah dan Solusi”*

Ketika ditanya: “Pernah ada masalah besar dalam bekerja? Bagaimana menyelesaikannya?” Jelaskan masalah itu dengan baik, logis, dan solusinya. Untuk level staf ke atas pasti ditanya: “Bagaimana cara Anda menyelesaikan masalah di tempat kerja?” Siapkan 1 kasus sebelum interview.

*13. Jaga Emosi*

Jangan sampai terpancing dengan pertanyaan jebakan. Contoh: “Bagaimana kalau Anda tidak terpilih dan yang lulus orang dalam?” Pewawancara hanya ingin melihat reaksi Anda. Tetap tenang. Jawab: “Saya menerima keputusan perusahaan. Saya akan terus belajar dan mencoba lagi.”

*14. Pertanyaan Gaji*

Ketika ditanya berapa gaji yang Anda inginkan, jawab logis. Jangan jawab “terserah perusahaan”.

Kalau posisi operator: sebutkan sesuai UMR setempat.

Kalau posisi staf: sebutkan gaji Anda saat ini, lalu di atas itu sedikit. Itu jawaban logis.

*15. Pertanyaan Penutup*

Biasanya saat akan berakhir pewawancara bilang: “Ada yang mau ditanyakan?” Hati-hati. Jangan tanya tentang kepentingan pribadi dulu. Tanya sesuatu tentang perusahaan. Misal: “Tentang bus jemputan karyawan, titik jemputnya di mana saja Pak/Bu?”

*C. CATATAN PENTING*

*16. Tentang Transportasi*

Kalau ditanya: “Punya motor?” Jawab apa adanya. Kalau punya motor katakan punya. Tapi ingat Anda harus menunjukkan SIM jika Anda bawa motor sendiri, bukan numpang.

*17. Jangan Janji Merubah Semua*

Hati-hati jangan terjebak menjawab: “Saya akan merubah ini dan itu kalau saya diterima”. Ingat, Anda direkrut bukan untuk merubah semuanya. Tapi pelajari dulu program apa saja yang sudah bagus untuk kemajuan perusahaan.

*18. Tidak Ada Jawaban Baku*

Ingat, kadang tidak ada jawaban baku dalam interview. Yang ada adalah jawaban yang tepat sasaran. Contohnya masalah gaji.

*19. Punya Program Kerja*

Anda juga harus mempersiapkan program jangka pendek, menengah, dan panjang jika diterima. Jangan sampai tidak ada program sama sekali.

*20. Hilangkan Rasa Takut Berlebihan*

Jangan ada perasaan takut yang berlebihan. Karena rasa was-was yang berlebihan akan terlihat gugup dan itu berefek pada saat Anda menjawab setiap pertanyaan.

*PENUTUP*

Rezeki tidak pernah tertukar. Tugas kita hanya berusaha, berdoa, dan datang dengan persiapan terbaik. Orang dalam boleh ada, tapi kalau Anda tidak kompeten, perusahaan juga tidak akan mau rugi.

Semoga 20 tips ini bermanfaat untuk adik-adik pencari kerja.

*BIO PENULIS:*

*Drs. Saiful Bahri, CHRM* – Praktisi HRD 25 Tahun di Perusahaan PMA Jepang

*

Ikuti Kami
Channel WhatsApp Potret Online
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp kamu
Ikuti Sekarang
✦ ✦ ✦
Apakah tulisan ini bermanfaat?
Tulisan esai ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Redaksi memberikan ruang ekspresi tanpa intervensi isi.
Tentang Penulis
Drs. Saiful Bahri, CHRM
Media Perempuan Kritis dan Cerdas
Diskusi
Upload foto profil (opsional)
Memuat komentar...