POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Banjir Aceh Luka Kolektif setelah Bangkit dari Tsunami

RedaksiOleh Redaksi
December 11, 2025
Banjir Aceh Luka Kolektif setelah Bangkit dari Tsunami
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Hamdani Mulya
Guru SMAN 1 Lhokseumawe

Pendahuluan


Sejarah Aceh adalah sejarah luka dan kebangkitan. Dua dekade silam, dunia menyaksikan bagaimana gelombang tsunami 2004 menyapu pesisir Aceh, meninggalkan duka mendalam yang tak terhapus oleh waktu. Namun, pada penghujung tahun 2025, tanah Rencong kembali diguncang oleh bencana banjir besar yang melanda 16 kabupaten/kota, menelan korban jiwa, menghancurkan rumah, dan memaksa puluhan ribu orang mengungsi. Banjir ini disebut oleh Gubernur Aceh Muzakir Manaf sebagai “tsunami kedua”, sebuah metafora yang menegaskan betapa besar luka kolektif yang kembali dirasakan.

Tulisan ini mencoba menelusuri jejak penderitaan dan kebangkitan masyarakat Aceh, menghubungkan tragedi tsunami dengan banjir, serta menimbang makna sabar dan daya juang dalam menghadapi bencana berulang.

Luka Kolektif Dari Tsunami ke Banjir


Tsunami 2004 menewaskan lebih dari 170.000 jiwa di Aceh. Luka itu masih membekas dalam ingatan kolektif. Kini, banjir 2025 menambah catatan duka dengan korban meninggal mencapai lebih dari 170 orang, 20.000 lebih mengungsi, dan hampir 120.000 jiwa terdampak. Air bah yang datang setelah hujan delapan hari delapan malam (menurut Viva.co.id) bukan sekadar fenomena alam, melainkan ujian sosial, ekonomi, dan psikologis.

Banjir bandang merendam desa-desa, memutus akses jalan, dan menghancurkan infrastruktur. Gambaran rumah hanyut, sawah terendam, serta anak-anak yang kehilangan tempat belajar menjadi simbol luka kolektif. Luka ini bukan hanya fisik, tetapi juga batin, trauma lama kembali terkuak, rasa takut kembali menyeruak.

Dimensi Sosial dan Ekonomi


Bencana banjir memperlihatkan rapuhnya struktur sosial-ekonomi Aceh. Ribuan keluarga kehilangan mata pencaharian, terutama petani dan pedagang. Infrastruktur publik lumpuh, akses kesehatan terganggu, dan sekolah-sekolah terendam. BNPB mencatat status darurat bencana ditetapkan selama 14 hari sejak 28 November hingga 11 Desember 2025.

📚 Artikel Terkait

Easy Steps of Making DIY Paper Squishy

Kesopanan (dalam) Dunia Tulis

Konsitusi Hanya Jadi Puisi, Tanpa Wujud yang Nyata

Pekan Kebudayaan Aceh, Jalan Pemulih Luka

Namun, di balik kehancuran, solidaritas kembali tumbuh. Relawan, lembaga swadaya, dan masyarakat bahu-membahu menolong sesama. Aceh kembali menunjukkan bahwa luka kolektif dapat menjadi perekat sosial, menghidupkan semangat gotong royong yang pernah menjadi modal utama saat bangkit dari tsunami.

Refleksi Historis Sejarah yang Berulang
Sejarah Aceh adalah sejarah ujian. Tsunami 2004 dan banjir 2025 adalah dua peristiwa berbeda, tetapi keduanya menegaskan bahwa manusia tak pernah benar-benar berkuasa atas alam.

Banjir kali ini mengingatkan bahwa pembangunan pasca-tsunami belum sepenuhnya memperhitungkan daya dukung lingkungan. Alih fungsi lahan, lemahnya tata kelola hutan, dan eksploitasi sumber daya alam memperparah dampak banjir. Maka, bencana bukan hanya fenomena alam, tetapi juga hasil interaksi manusia dengan lingkungannya.

Cara Bangkit dengan Sabar dan Ikhtiar
Bangkit dari bencana bukan sekadar membangun kembali rumah dan jalan. Bangkit adalah proses panjang yang melibatkan kesabaran, ikhtiar, dan solidaritas. Ada beberapa cara yang dapat ditempuh:
Sabar sebagai sikap kolektif, masyarakat Aceh telah membuktikan bahwa sabar bukan pasrah, melainkan kekuatan moral untuk bertahan.


Pendidikan kebencanaan, trauma tsunami melahirkan kesadaran mitigasi. Kini, banjir harus menjadi pelajaran baru agar masyarakat lebih siap menghadapi bencana hidrometeorologi.


Penguatan ekonomi lokal, bantuan darurat harus diikuti dengan program pemulihan ekonomi berbasis komunitas, agar masyarakat tidak bergantung pada bantuan jangka pendek.


Restorasi lingkungan, banjir adalah alarm ekologis. Rehabilitasi hutan, pengendalian alih fungsi lahan, dan tata ruang berkelanjutan adalah ikhtiar yang tak bisa ditunda.
Solidaritas lintas generasi, anak-anak Aceh yang tumbuh setelah tsunami kini menyaksikan banjir. Mereka harus dibekali dengan nilai sabar, gotong royong, dan ilmu pengetahuan agar menjadi generasi tangguh.

Kesimpulan


Banjir Aceh 2025 adalah luka kolektif setelah bangkit dari tsunami. Luka ini memperlihatkan rapuhnya manusia di hadapan alam, sekaligus menegaskan kekuatan sabar dan solidaritas. Aceh kembali diuji, tetapi sejarah menunjukkan bahwa dari luka lahir kebangkitan.


Hari itu mungkin tak terduga, tetapi sabar adalah jalan yang tepat. Maka, banjir bukan akhir, melainkan awal dari kebangkitan baru. Aceh akan kembali berdiri, sebagaimana ia pernah bangkit dari gelombang tsunami.

Aceh Utara, 11 Desember 2025

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 76x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 63x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 58x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 54x dibaca (7 hari)
Kisah Nurwani: Usia Bukan Penghalang untuk Belajar
Kisah Nurwani: Usia Bukan Penghalang untuk Belajar
9 Feb 2026 • 53x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026
POTRET Budaya

Memerangi Sampah, Membangun Gerakan Indonesia ASRI

Oleh Tabrani YunisFebruary 6, 2026
digital

Doom Scrolling: Perilaku Baru di Era Digital

Oleh Tabrani YunisJanuary 31, 2026
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    160 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
197
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
97
Postingan Selanjutnya

Ketika Solidaritas Retak di Tengah Bencana

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00