• Latest

Lomba Menulis Agustus 2025

July 31, 2025

Tadarus – Surah Yunus Ayat 57

March 13, 2026
Pendidikan Hukum Pemilu dan Penataan Ulang Demokrasi Menuju Pemilu 2029

Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital

March 13, 2026
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?

Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?

March 13, 2026
Pelukan Bangga Seorang Ibu

Pelukan Bangga Seorang Ibu

March 13, 2026

Apa Kata Dunia?

March 13, 2026
Antara Gold, Glory, dan Suara Rakyat: Merenungkan Keadaban Dunia dari Pengalaman Sehari-hari

Antara Gold, Glory, dan Suara Rakyat: Merenungkan Keadaban Dunia dari Pengalaman Sehari-hari

March 13, 2026

Kisah Perempuan – Lubna dari Córdoba

March 13, 2026
Lomba Menulis Cerita Anak Cerdas 2026

Lomba Menulis Cerita Anak Cerdas 2026

March 13, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Lomba Menulis Agustus 2025

Redaksi by Redaksi
July 31, 2025
in Haba Mangat
0
670
SHARES
3.7k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
🔊

Dengarkan Artikel

“Pengetahuan adalah kekuatan,” kata Francis Bacon. Maka merdeka, dalam pandangannya, adalah ketika manusia bebas dari kegelapan prasangka dan takhayul, merdeka untuk mengetahui, menyelidiki, dan membentuk dunianya sendiri melalui rasionalitas.

Namun bagi Jacques Derrida, merdeka tidak pernah mutlak. Ia terurai dalam teks, dalam bahasa yang senantiasa mengguncang makna. Merdeka bukan sesuatu yang selesai, tapi selalu menunda dirinya. Maka, merdeka adalah dekontruksi atas apa yang dianggap pasti.

Baca Juga

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

February 17, 2026

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

January 16, 2026

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

December 5, 2025

Nietzsche datang dengan palunya. Ia menghancurkan berhala moral palsu dan menyeru pada kemerdekaan kehendak untuk berkuasa. Merdeka, baginya, adalah menjadi individu yang mampu menciptakan nilai sendiri, bukan tunduk pada narasi dominan.

Hegel memandang kemerdekaan sebagai proses dialektika sejarah: dari ketidaksadaran menuju kesadaran-diri. Merdeka adalah rekonsiliasi antara individu dan masyarakat, antara kehendak pribadi dan akal universal.

Heidegger menyoal lebih dalam: apakah kita benar-benar ada dalam kebebasan, atau justru terjebak dalam kejatuhan (fallenness) dalam dunia yang memperbudak? Merdeka adalah keberanian untuk menjadi otentik, untuk merengkuh keberadaan yang sejati, bukan sekadar hidup mengikuti arus.

Dan Ali Shariati, dari ranah perlawanan, berseru: merdeka adalah pembebasan manusia dari penindasan struktural, dari kolonialisme, kapitalisme, dan juga dogma keagamaan yang menumpulkan kesadaran. Merdeka adalah tauhid sosial, sebuah perjuangan menuju keadilan.

Lalu bagaimana Anda memaknai merdeka. Tuliskan opini dan pendapat Anda dalam bentuk esai populer, opini kritis, atau refleksi filosofis-naratif. Dengan ketentuan sebagai berikut:

1. Panjang tulisan: 700–1000 kata.

2. Orisinal bukan plagiat.

3. Bukan karya AI

4. Belum pernah dipublikasikan di media manapun.

5. Tidak mengandung unsur SARA.

6. Dan lomba terbuka untuk pelajar, mahasiswa serta umum.

Adapaun tema lomba menulis bulan Agustus 2025 adalah; “Merdeka adalah Merdeka”. Anda dapat mengirimkan naskah terbaik Anda melalui whatsapp redaksi, email redaksi maupun kolom kirim tulisan. Anda dapat mengirimkan lebih dari satu naskah. Sertakan hastag #bulanmerdeka #potretonline #lombamenulisagustus di akhir tulisan Anda. Tulisan dapat dikirim mulai 1 Agustus sampai 25 Agustus.

Pemenang akan diumumkan pada 31 Agustus 2025. 3 naskah terbaik akan mendapatkan kaos ekslusif dari potretonline.com. Kaos akan dikirimkan ke alamat penulis bagi yang berdomisili di luar Banda Aceh dan Aceh Besar. Selamat menulis dan salam literasi.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 158x dibaca (7 hari)
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
12 Mar 2026 • 140x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 107x dibaca (7 hari)
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 91x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare268
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

Islam

Tadarus – Surah Yunus Ayat 57

March 13, 2026
Pendidikan Hukum Pemilu dan Penataan Ulang Demokrasi Menuju Pemilu 2029
#Doa di Bulan Ramadan

Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital

March 13, 2026
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
#Ijazah

Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?

March 13, 2026
Pelukan Bangga Seorang Ibu
Esai

Pelukan Bangga Seorang Ibu

March 13, 2026
Next Post

Sisi Gelap Belajar di Era Digital - Ulasan Artikel

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Disclaimer
  • Al-Qur’an
  • Tentang Kami
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Kirim Tulisan
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST

© 2026 potretonline.com