Jika dulu belajar adalah proses menjelajah dan bertanya, kini ia makin menyerupai scrolling. Siswa hanya disuguhi topik-topik yang “cocok” dengan minat mereka—bukan karena relevansi, melainkan karena sering diklik. Penelitian Kemdikbudristek (2023) mencatat 68% siswa terjebak dalam “filter bubble pengetahuan”, hanya mengakses bidang tertentu dan kehilangan paparan lintas ilmu. Baca selengkapnya: Belajar di Era Algoritma: Mencari Keadilan di Tengah Ketimpangan Digital










