Simsalabim, Anda Sejahtera!
Oleh: Syarifudin Brutu Senja menutup bab siang itu dengan warna jingga yang tampak seperti luka yang mulai mengering. Di sudut...
Syarifudin Brutu, akrab disapa Syarif, merupakan mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dari Universitas Syiah Kuala. Saat ini ia menetap di Banda Aceh dan aktif membagikan karya serta pemikirannya melalui akun Instagram @aksara_arunika. Untuk kepentingan korespondensi, ia dapat disapa melalui WhatsApp di 085763055727 atau email Syarifbrutu1@gmail.com.
Oleh: Syarifudin Brutu Senja menutup bab siang itu dengan warna jingga yang tampak seperti luka yang mulai mengering. Di sudut...
Oleh: Syarifudin Brutu Di sebuah kamar yang lebih mirip peti mati beton, dengan plafon yang hanya berjarak 1,5 meter dari...
Oleh: Syarifudin Brutu Lampu merah menyala seperti mata iblis yang menuntut tumbal. Di atas aspal yang memuai karena sisa panas...
Oleh: Syarifudin Brutu Aku bersumpah dengan nama-Mu, Tuhan yang tak butuh jidatku menciumi debu, Tapi Tuhan yang menarik pundakku, menyuruhku...
Oleh: Syarifudin Brutu Di ketiak peta Aceh, tepat di mana rawa-rawa Singkil menguapkan aroma lumpur dan air mata, berdirilah sebuah...
Oleh: Syarifudin Brutu Arunika menyelinap malu-malu di celah ventilasi, mencoba mencium bumi dengan hangatnya. Namun di dalam kotak sempit yang...
Oleh: Syarifudin Brutu Di pinggiran sebuah sungai yang warnanya lebih mirip kuah opor basi bercampur oli, tiga entitas malang sedang...
Oleh: Syarifudin Brutu Lampu neon di langit-langit RUPBASAN berkedip sekarat, seperti napas hukum di negeri ini: hidup segan, mati pun...
Oleh: Syarifudin Brutu Lampu-lampu selasar gedung bahasa mulai berkedip layaknya mata pesakitan yang menahan sakaratul maut. Di sana, Malim duduk bersandar pada...
Hu, sirna hu... Tanahku dalam Hu Napas di kerongkongan Hu Yang fana peluk yang baka. Hap, telan hap... Aku...