Rubrik Esai menghadirkan tulisan-tulisan reflektif yang merangkai pemikiran mendalam, kritik halus, dan pengalaman personal menjadi satu kesatuan naratif. Setiap esai mengajak pembaca melihat dunia dari sudut pandang yang lebih jernih—melampaui berita harian dan opini cepat.
Di sini, gagasan diolah dengan bahasa yang tenang namun tajam, memberi ruang bagi penulis untuk bertanya, meragukan, menantang, dan menemukan makna di balik peristiwa. Rubrik ini menjadi tempat bagi suara yang ingin merenungkan hidup, zaman, dan manusia dengan cara yang lebih intim dan intelektual.
Oleh Fileski Walidha Tanjung Di tengah abad yang bergerak dengan kecepatan algoritma, manusia modern justru menghadapi paradoks yang ganjil: teknologi...
Read moreDetailsKisah Kakek Tukang Batu dan Hukum Konsistensi Oleh Saiful Bahri Suatu pagi, seorang kakek duduk di pinggir jalan desa. Di...
Read moreDetailsOleh: Ayah Ilham Pagi di Lamno selalu datang pelan-pelan. Matahari naik dari balik bukit, menyentuh pucuk kelapa, lalu turun ke...
Read moreDetailsOleh: Suko Wahyudi Negeri ini kadang lebih percaya kepada sorban daripada akal sehat. Begitu seseorang memakai jubah putih, memegang tasbih...
Read moreDetailsOleh Reiner Emyot Ointoe “Setiap istri di pinggiran kota bergumul dengan semua ini sendirian. Saat ia merapikan tempat tidur, berbelanja...
Read moreDetailsOleh: Novita Sari Yahya Sejak kecil saya sudah menyukai dunia tari. Musik dan gerakan selalu terasa dekat dengan kehidupan saya....
Read moreDetailsOleh: Kang Thohir Bayang-bayang traumatik meluap-luap, di ujung tanduk ruang yang pengap. Menggambarkan hidup kelam pada peristiwa itu, yang kian...
Read moreDetailsOleh Aswan Nasution Jika melihat bendera Merah Putih berkibar megah di seluruh Indonesia pada tanggal 17 Agustus, Kita akan merasakan...
Read moreDetailsOleh Fileski Walidha Tanjung Di sebuah pusat perbelanjaan di Kota Madiun, Plaza Madiun pada Minggu siang yang riuh oleh suara...
Read moreDetailsOleh: Syarifudin Brutu Hentak gendang bertalu-talu, kaki menghentak dan tangan berayun di bawah panji-panji yang kaku. Di negeri ini, hiburan dibungkus rapi dengan...
Read moreDetails