Rubrik Esai menghadirkan tulisan-tulisan reflektif yang merangkai pemikiran mendalam, kritik halus, dan pengalaman personal menjadi satu kesatuan naratif. Setiap esai mengajak pembaca melihat dunia dari sudut pandang yang lebih jernih—melampaui berita harian dan opini cepat.
Di sini, gagasan diolah dengan bahasa yang tenang namun tajam, memberi ruang bagi penulis untuk bertanya, meragukan, menantang, dan menemukan makna di balik peristiwa. Rubrik ini menjadi tempat bagi suara yang ingin merenungkan hidup, zaman, dan manusia dengan cara yang lebih intim dan intelektual.
Oleh Nita Juniarti* Komunitas Sigupai Mambaco kembali menghidupkan ruang literasi di Aceh Barat Daya (Abdya) melalui kolaborasi bernama Muda Literasi,...
Tanya Kenapa? Oleh Mila Muzakkar(Founder Generasi Literat) Sepuluh lebih anak berseragam seadanya berhamburan keluar dari kelas yang terbuat dari kayu....
Tidak semua jurusan yang diremehkan itu salah. Kadang, justru di situlah kebutuhan terbesar berada—hanya saja belum banyak yang menyadarinya. “Kuliah...