Ketika Kita Hidup Di Puisi Ronggowarsito
Oleh Yani Andoko “Amenangi jaman edan, ewuh aya ing pambudi…” Kalimat itu bergema di warung kopi, pasar, dan...
Rubrik Esai menghadirkan tulisan-tulisan reflektif yang merangkai pemikiran mendalam, kritik halus, dan pengalaman personal menjadi satu kesatuan naratif. Setiap esai mengajak pembaca melihat dunia dari sudut pandang yang lebih jernih—melampaui berita harian dan opini cepat. Di sini, gagasan diolah dengan bahasa yang tenang namun tajam, memberi ruang bagi penulis untuk bertanya, meragukan, menantang, dan menemukan makna di balik peristiwa. Rubrik ini menjadi tempat bagi suara yang ingin merenungkan hidup, zaman, dan manusia dengan cara yang lebih intim dan intelektual.
Oleh Yani Andoko “Amenangi jaman edan, ewuh aya ing pambudi…” Kalimat itu bergema di warung kopi, pasar, dan...
Ketika Integritas Seorang HRD Diuji Titipan Orang Penting Oleh: Drs. Saiful Bahri Setiap perusahaan pasti punya prosedur rekrutmen....
Oleh Yani Andoko Ketika Puisi Menjadi Tamparan Di Yogyakarta, 4 Februari 1978, seorang penyair dengan rambut panjang khasnya...
Oleh Yani Andoko Ketika Seorang Pujangga Mencari “Rumah” di Perantauan Bayangkan Anda adalah seorang penyair tua yang lelah....
Oleh: Nurul Hikmah Dalam kepercayaan yang berkembang dalam masyarakat awam, Rumoh Siribee selama ini dikenal sebagai sebuah rumah atau balairung...
Oleh Yani Andoko Peringatan Yang Terlambat April 1945. Di dalam bunker bawah tanah Berlin, seorang pria dengan kumis...
Oleh Hariya Haldin, S.Pd., M.Pd. Kepala SMK Negeri 1 Kluet Selatan Bulan Agustus, suasana kemerdekaan selalu terpancar di...
Oleh Syarifuddin Brutu Pernahkah kamu merasa hidup ini mirip mesin cetak tiket parkir? Setiap detik dihitung, setiap jengkal...
Oleh Rahman Saleh Bagi sebagian orang, menulis mungkin hanya sekadar menuangkan kata-kata. Namun, bagi Intan Surya Putri, mahasiswi...