Rubrik Esai menghadirkan tulisan-tulisan reflektif yang merangkai pemikiran mendalam, kritik halus, dan pengalaman personal menjadi satu kesatuan naratif. Setiap esai mengajak pembaca melihat dunia dari sudut pandang yang lebih jernih—melampaui berita harian dan opini cepat.
Di sini, gagasan diolah dengan bahasa yang tenang namun tajam, memberi ruang bagi penulis untuk bertanya, meragukan, menantang, dan menemukan makna di balik peristiwa. Rubrik ini menjadi tempat bagi suara yang ingin merenungkan hidup, zaman, dan manusia dengan cara yang lebih intim dan intelektual.
Ramadan #12 Oleh: Dayan Abdurrahman Aceh terlalu sering dibaca sebagai berita duka. Kolonialisme panjang oleh Belanda, dinamika politik dengan Indonesia,...
Oleh Fileski Walidha Tanjung Senin, 2 Maret 2026, selepas tarawih, Mucoffee di Kota Madiun tidak sekadar menjadi ruang ngopi, melainkan menjelma ruang...