Ngopi Sehat Cak Imun dan Rupiah Tersungkur
Oleh Anies SeptivirawanRupiah sedang sakit, terkapar, akibat tersungkur. Namun langit di kotaku tidak ikut bersedih. Langit tetap biru...
Rubrik Esai menghadirkan tulisan-tulisan reflektif yang merangkai pemikiran mendalam, kritik halus, dan pengalaman personal menjadi satu kesatuan naratif. Setiap esai mengajak pembaca melihat dunia dari sudut pandang yang lebih jernih—melampaui berita harian dan opini cepat. Di sini, gagasan diolah dengan bahasa yang tenang namun tajam, memberi ruang bagi penulis untuk bertanya, meragukan, menantang, dan menemukan makna di balik peristiwa. Rubrik ini menjadi tempat bagi suara yang ingin merenungkan hidup, zaman, dan manusia dengan cara yang lebih intim dan intelektual.
Oleh Anies SeptivirawanRupiah sedang sakit, terkapar, akibat tersungkur. Namun langit di kotaku tidak ikut bersedih. Langit tetap biru...
Oleh Tabrani Yunis Malam itu, penulis mengajak Syarifuddin Brutu, penulis yang cerpennya sering muncul dan dibaca di Potretonline.com, untuk berbincang-bincang...
Oleh Saiful Bahri *Saudaraku … Itulah salah satu pertanyaan dalam sebuah grup diskusi semalam. Hal itu membuat saya...
Oleh Din Saja Dalam hidupnya setiap manusia berkewajiban untuk berpikir dan berlaku adil. Inti dari amanah adalah keadilan....
Oleh Fileski Walidha Tanjung Di zaman ketika hampir segala hal diukur dengan angka, algoritma, dan keuntungan ekonomi, ruang-ruang...
Oleh: Saiful Bahri _Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,_ Ketenangan hidup bukan hadiah. Bukan keberuntungan. Dan bukan sesuatu yang tiba-tiba datang...
Oleh Yani Andoko Sebuah Harapan Di Warung Kopi “Nanti kalau zaman sudah edan, akan muncul Satrio Piningit. Sosoknya...
Oleh: Saiful Bahri _Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,_ Profesor bisa bedah teori postkolonial 3 jam tanpa teks, tepuk tangan satu...
Oleh: Saiful Bahri Kita semua mau tumbuh. Mau berkembang. Tapi kenapa rasanya berat? Karena mindset-nya kebalik. Orang gagal...