Menunggu Sosok Penyelamat: Ketika Satrio Piningit Menjadi Candu Bangsa
Oleh Yani Andoko Sebuah Harapan Di Warung Kopi “Nanti kalau zaman sudah edan, akan muncul Satrio Piningit. Sosoknya...
Rubrik Esai menghadirkan tulisan-tulisan reflektif yang merangkai pemikiran mendalam, kritik halus, dan pengalaman personal menjadi satu kesatuan naratif. Setiap esai mengajak pembaca melihat dunia dari sudut pandang yang lebih jernih—melampaui berita harian dan opini cepat. Di sini, gagasan diolah dengan bahasa yang tenang namun tajam, memberi ruang bagi penulis untuk bertanya, meragukan, menantang, dan menemukan makna di balik peristiwa. Rubrik ini menjadi tempat bagi suara yang ingin merenungkan hidup, zaman, dan manusia dengan cara yang lebih intim dan intelektual.
Oleh Yani Andoko Sebuah Harapan Di Warung Kopi “Nanti kalau zaman sudah edan, akan muncul Satrio Piningit. Sosoknya...
Oleh: Saiful Bahri _Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,_ Profesor bisa bedah teori postkolonial 3 jam tanpa teks, tepuk tangan satu...
Oleh: Saiful Bahri Kita semua mau tumbuh. Mau berkembang. Tapi kenapa rasanya berat? Karena mindset-nya kebalik. Orang gagal...
Menjawab Prof. Dr. Burhanuddin Yasin Oleh: Saiful Bahri *Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Prof Burhanuddin Yasin MA yang saya muliakan,*...
Oleh M. Azril Ihksan Mahasiswa UIN-Ar-Raniry Banda Aceh Filsuf. Kata yang sering terdengar di antara kita. Ada yang mengatakan...
Oleh: Saiful Bahri Siapa yang tidak ingat peristiwa besar itu? Tepat hari Minggu pagi, sekitar pukul 09.00 WIB,...
Oleh Fileski Walidha Tanjung Di tengah zaman ketika ruang publik semakin sering dipenuhi hiruk-pikuk konsumsi dan hiburan instan,...
Oleh Bella Zakiyah Arrafi Mahasiswi Jurusan Hubungan Internasional President University ) Jakarta Seni Pertunjukan yang Menjadi Ruang Pertemuan...
Oleh Saiful Bahri Motivator, Berdomisili di Jakarta Di Aceh lagi ramai diskusi: “Kenapa professor jarang nulis di koran?” ...