Akulah Malaka Itu, Dalam Irama Selat Malaka Project

Oleh Muhrain
Pertunjukan bertajuk ‘Aceh Penakluk Gelombang Selat Malaka’ segera digelar di BTJ Kupi cabang Lampeuneurut. Panitia acara memberikan kesempatan luas bagi para pecinta musik dan puisi yang ingin menikmati nuansa sastra di warung kopi. Berlandas niat menatap masa depan Aceh dengan mengarahkan pandangan mata dan pikiran ke Selat Malaka, pada hari Rabu, 18/7/2026.
Aluenk sang Stage manager dipanggil oleh Rafly Kande, yang memberi tugas untuk me-manage pertunjukannya. Saat membaca tema pertunjukan kali ini, ia langsung menyambutnya.
Menurutnya ini adalah konsep yang brilian, karena pertunjukan Rafly Kande selalu mengusung tema sosial yang membangkitkan kepedulian terhadap sesama serta sarat dengan nilai ke-Acehan.
Secara historis, kesultanan Pase abad ke-14 Zainal Abidin Ra-ubabdar dilakapkan SANG PENAKHLUK GELOMBANG. Ini sangat relevan dijadikan semangat dasar bagi Aceh agar bisa mengoptimalisai Selat Malaka yang sejak dahulu sudah menjadi jalur penghubung perekonomian global Asia fasifik, Eropa dan Timur Tengah.
Kemajuan teknologi telah mampu menghubungkan semua potensi geografis ini agar Aceh dapat berinteraksi dengan seluruh aktivitas bisnis yang ada di Selat Malaka.
Kolaborasi seni musik dan sastra menjadi sajian yang renyah dicerna, namun diramu untuk menanamkan kesan dan kepahaman mendalam bagi audiens.
Penyelenggara berharap agar kemajuan Aceh berlandas intelegensi Allah (IA) dan Artificial Intelegen (AI).
Alhamdulillah, owner BTJ Kopi, Rahmat Faijun pun menyambut baik pertunjukan tersebut, “ maka saat membaca temanya ia pun langsung merasa memiliki konsep ini. Naluri dagangnya menangkap semangat dasar konsep ini sangat rasional.
Rafly Kande dalam penampilannya malam nanti bersama para penyair Aceh; Din Saja, Mahdalena (Dek Na), dan Muhammad Rain ( penulis) serta seniman Diyus Hanafi (presenter acara) akan menjadikan pertunjukan sebagai percakapan irama penuh makna.












