Minggu, April 19, 2026

Hisab Azab

Januari 2026


Oleh Ilhamdi Sulaiman.

(Sesungguhnya Aku akan mengumpulkan kembali tulang belulangmu yang tercecer dan menyempurnakannya.”
Al Qiamah

Dalam hisab aku menyaksikan
umat berbaris panjang tanpa ujung.
Tak ada darah, warna,
Maupun keyakinan
semua tanggal
tinggal nama dan dosa.

Astaghfirullahal ‘adzim… Astaghfirullahal ‘adzim… Astaghfirullahal ‘azhim…

Desah ampun menjelma gelombang,
menggetarkan langit pengadilan.
Wajah-wajah telanjang dari topeng dunia.
cemas bercampur harap
bahagia yang gemetar oleh takut.

Astaghfirullahal ‘azhim.

Tasbih bersahut-sahutan
Subhanallah, walhamdulillah
Allahu Akbar tak terbilang,
terucap dengan hikmah lahir
dari gentar.

Tiba-tiba
gunung meletus
bumi menganga
asap, lahar, dan batu beterbangan
ringan seperti kapas
mematikan seperti takdir.
Tiba-tiba air meluap
melampaui kisah banjir Aceh Sumatera,
menelan darat, doa, jerit manusia.
Orang-orang berlari
nafsi – nafsi untuk menyelamatkan dirinya sendiri.

Lalu sunyi.
Lebih sunyi dari kematian.
Dan suara itu turun,
menembus jiwa yang tersisa,

“Yā ayyatuha an-nafsul muṭma’innah,
irji‘ī ilā rabbiki rāḍiyatan marḍiyyah.
Wahai jiwa yang tenteram,
kembalilah kepada Tuhanmu
dalam ridha dan diridhai.
Masuklah ke dalam golongan hamba-Ku.
Masuklah
ke dalam surga-Ku.”

Andai kejadian itu tiba
tak siapa yang kuasa
menolaknya.

Jum’at 9 Januari 2026.

Tentang Penulis
Ilhamdi Sulaiman (Boyke Sulaiman) I Lahir 68 tahun lalu di Medan pada tanggal 12 September 1957. Menamatkan pendidikan sarjana Sastra dan Bahasa Indonesia di Universitas Bung Hatta Padang pada tahun 1986. Berkesenian sejak tahun 1976 bersama Bumi Teater Padang pimpinan Wisran Hadi. Pada tahun 1981 mendirikan Grup Teater PROKLAMATOR di Universitas Bung Hatta. Lalu pada tahun 1986, hijrah ke kota Bengkulu dan mendirikan Teater Alam Bengkulu sampai tahun 1999 dengan beberapa naskah diantaranya naskah Umang Umang karya Arifin C. Noer, Ibu Suri karya Wisran Hadi dan tahun 2000 hijrah ke Jakarta mementaskan Naskah Cerpen AA Navis Robohnya Surau Kami Bersama Teater Jenjang Jakarta serta grup grup teater yang ada di Jakarta dan Malaysia sebagai aktor freelance. Selama perjalanan berteater telah memainkan 67 naskah drama karya penulis dalam dan luar negeri, monolog, dan deklamator. Serta mengikuti event lomba baca puisi sampai saat ini dan kegiatan sastra lainnya hingga saat ini.

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Puisi terbaru untuk dibaca

Populer

Puisi yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist