Serumpun Puisi Yanuar Abdillah Setiadi

Februari 2026
Oleh: Redaksi

Halte

Kita terus mencari perhentian semu

padahal hakikat diri kita ialah temu

Manusia selalu menjelma sebuah pisau

yang memiliki dua ujung sekaligus

satu ingin bertemu

dan satunya ingin terus berkelana tanpa jemu.

Orang-orang silih berganti

begitu pula waktu yang datang pergi 

pencapaian, pendidikan, pekerjaan

bergegas memburu waktu kita

di pemberhentian sementara.

Celakalah kita yang menganggap halte

adalah pemberhentian abadi.

Betapa banyak orang yang tidak kunjung sadar

hakikat pulang yang sejati.

Purwokerto, 2026

Mengapa Kita Takut Menua?

Sedang umur hanyalah 

angka-angka semu yang

dibuat oleh pikiran manusia.

Sedang dalam hati penyair,

mata sajak, rambut puisi,

wajah prosa akan selalu segar 

dan muda.

Purwokerto, 2026

Dunia Boneka

Orang-orang di negeri boneka

tidak bisa berbuat sekehendak hatinya.

Apa yang mereka lakukan

hanyalah bayangan yang diciptakan 

oleh penguasanya.

Meski demikian, boneka-boneka

itu kian lama kian sadar 

hati mereka berbinar

pada sesuatu yang benar.

Purwokerto, 2026

Jarak yang Dilipat Sajak

Puan, sepertinya aku pernah

melihatmu di pinggir sebuah

sajak seorang diri sedang 

menunggu penantian yang 

tak kunjung datang juga.

Sambil menunggu, aku memberimu

sebuah sajak yang barangkali

bisa menumpas rasa bosanmu

sajak yang tersimpan 

di dalam buku pujangga JokPin

yang berbunyi

“Aduh sayang, jarak itu sebenarnya

tak pernah ada.”

Purwokerto, 2026

Aku dan Kamu di Unjung Senja

Semburat warna senja

terbit dari lesung pipimu.

Gelombang air laut  mulai

pasang di decak dadaku.

Nyiur  kelapa menghembuskan 

angin lega yang melambai-lambai.

Kita pun pulang ke peraduan  yang sama

di ufuk barat sana.

Kekal dalam dekap malam 

yang  Maha Tenang.

Purwokerto, 2026

Yanuar Abdillah Setiadi

Lahir di Purbalingga, Januari 2001. Mukim di Desa Timbang, Kecamatan Kejobong, Kabupaten Purbalingga. Mahasiswa Magister Manajemen Pendidikan Islam UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto. Alumnus Pendidikan Bahasa Arab di kampus yang sama. Dua buku mutakhirnya berjudul Mengaji Pada Alif (2023) dan Melihat Lebih Dekat (2024).  Nominator Terminal Award Mojok.co Yogyakarta tahun 2023. Buku terbarunya Wajah Purwokerto: Antara Cinta, Suka dan Duka di Kota Satria (Penerbit Kolofon Yogyakarta,2025) Instagram: @yanuarabdillahsetiadi.

Tentang Penulis
Majalah Perempuan Aceh

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Puisi terbaru untuk dibaca

Populer

Puisi yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist