Artikel · Potret Online

Kolam Renang Tirta Daroy Banda Aceh Tidak Jelas Statusnya

Penulis Drs. Yulsafli, M.A
Juni 1, 2026
2 menit baca 137
9dd9dd1c-90d3-4ce7-9b8e-34262e8d12a3
Foto / IlustrasiKolam Renang Tirta Daroy Banda Aceh Tidak Jelas Statusnya
Disunting Oleh

Oleh Drs. Yulsafli, M.A.

Kolam Renang Tirta Daroy di Kota Banda Aceh merupakan salah satu fasilitas olahraga yang memiliki peranan penting bagi masyarakat. Selama bertahun-tahun, kolam renang ini menjadi tempat favorit bagi anak-anak untuk belajar berenang, tempat latihan olahraga air, sekaligus sarana rekreasi yang terjangkau bagi warga Kota Banda Aceh dan sebagian masyarakat Aceh Besar.

Keberadaan kolam renang tersebut tidak hanya penting bagi individu, tetapi juga bagi sekolah-sekolah yang memanfaatkan fasilitas itu untuk kegiatan olahraga dan pendidikan jasmani. Banyak siswa datang secara rutin untuk mengikuti latihan renang, perlombaan, maupun sekadar meningkatkan kemampuan dasar berenang yang sangat penting bagi keselamatan diri.

Namun, saat ini masyarakat harus menghadapi kenyataan pahit karena kolam renang tersebut ditutup. Penutupan itu disebut-sebut terjadi akibat adanya dualisme status kepemilikan yang hingga kini belum menemukan titik terang. 

Ketidakjelasan status tersebut membuat pengelolaan fasilitas menjadi terhambat dan pada akhirnya merugikan masyarakat luas.

Penutupan Kolam Renang Tirta Daroy tentu menimbulkan kekecewaan mendalam. Anak-anak kehilangan tempat belajar berenang, sekolah kehilangan sarana olahraga, dan masyarakat kehilangan ruang untuk menjaga kesehatan melalui aktivitas olahraga air. Padahal, fasilitas publik seperti ini seharusnya dijaga keberlangsungannya demi kepentingan bersama.

Pemerintah dan pihak-pihak terkait diharapkan segera mencari solusi terbaik agar persoalan status kepemilikan dapat diselesaikan secara bijaksana dan transparan. Jangan sampai konflik administrasi atau kepentingan tertentu mengorbankan kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas olahraga yang sangat dibutuhkan.

Kolam Renang Tirta Daroy bukan sekadar bangunan atau aset biasa, tetapi merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat Banda Aceh dan Aceh Besar. Karena itu, keberadaannya harus dipertahankan dan difungsikan kembali demi kepentingan generasi muda dan masyarakat luas.

✦ ✦ ✦
Apakah tulisan ini bermanfaat?
Tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Redaksi tidak selalu sejalan dengan isi tulisan.
Tentang Penulis
Drs. Yulsafli, M.A
Ketua Instutute Kebudayaan Aceh (Aceh Cultural Instutute - ACI)
Diskusi
Upload foto profil (opsional)
Memuat komentar...