Oleh Mustiar Ar
Berkalang musim, rindu akhirnya luruh menjadi debu.
Daun-daun waktu gugur tanpa sempat mengucap salam.
Langit menyimpan senja di balik kelopak yang basah.
Angin membawa namamu ke ujung sunyi yang tak bernama.
Aku belajar melepaskan, meski hati masih bertanya.
Sebab tidak semua pulang berakhir dengan pelukan.
Ada cinta yang memilih tinggal sebagai kenangan.
Ada doa yang terus hidup meski suara telah hilang.
Musim berganti, luka perlahan menjadi embun.
Rindu yang dulu menyala kini menjadi cahaya yang tenang.
Aku melangkah tanpa lagi menoleh ke belakang.
Sebab berkalang musim, rindu telah sirna, tetapi kenangan tetap abadi.
GP.Lapang,17 juli 2026
Diskusi