Puisi

Malaka-Andaman Cahaya Gemilang Zaman

Juli 2026
Oleh: Muhrain

Oleh Muhrain

‎Ombak Malaka alur Andaman

‎jalan lintas dunia energi

‎jalur dagang dunia masa kini

‎di sana perahu kapal tak henti pesiar

‎membawa gulungan peta 

‎meremukkan mimpi menyala nyata 

‎di puncak zaman kita jelang dengan gemilang 

‎Dari Aceh, bumi menguras darah gelora 

‎Petik sejarah dari yang ditanam para syuhada 

‎kesuburan adalah muasal tanah

‎berhala ditumpas, angkara dilunak

‎karena para kafilah memegang tarikh ekononi damai

‎Orang-orang yang melintasi Andaman

‎mereka para pemimpin berbagai bangsa 

‎penganjur titah menjelajah Malaka

‎meski saat dunia memakai bahunya yang tua

‎alam diminta kembali menerima

‎jalan cahaya yang terpendam lama

‎Hadapkan wajah Aceh ke sana

‎pandang dengar irama ombak alun haruman istana

‎plangton-plangton menyaji cahaya

‎di kedalaman pasar ekonomi maritim lintas benua

‎Hiu dan paus telah menjaga semua ekosistem laut

‎biar lumba-lumba berlomba menarikan tarian samudera

‎nisan sejarah di bawah rasa pasrah

‎bangkitkan jadi kebenaran yang hakikat

‎kembali terangkat ke lubuk jiwa merdeka

‎karang yang masih menguatkan percaya

‎pada Aceh yang megah mewarnai masa depan

‎Di pelabuhan Pase yang pernah mendunia

‎cerita terlanjur disimpan lama

‎kini bibir pantai jazirah Utara 

‎kembali menganjurkan nafas panjangnya

‎tak hendak tenggelam

‎dari pembicaraan tak biasa

‎Nanggroe Aceh dilimpahkan sejarah 

‎halau zaman dari sudut cibir punah

‎teruslah di barisan percaya 

‎Anak-anak Aceh di tubuhnya alir darah

‎dari para pejuang penakluk samudera 

‎menunggangi ombak memaknai haluan 

‎dari Malaka seterusnya ke teluk teluk seluk

‎sungai-sungai disatukan oleh lautan

‎bahu tua pikiran yang melemah

‎usah didengarkan lancung perihnya

‎menebarkan rasa takut

‎menjala kepasrahan biduk

‎kitalah pemilik zaman di depan

‎Aceh adalah pemilik yang sah

‎rambai rumbai bertukar-tukar nyali dengan penat

‎pegang kuat kemudi nahkodai pikiran

‎laut tak akan pernah mati 

‎mengirim salam dan doa

‎dari para sultan 

‎dari para kapitan

‎dari para ulama

‎dari para aulia

‎yang telah wariskan Aceh mulia

‎dengan bismillah sepanjang masa dunia.

Banda ‎Aceh, 17 Juli 2026

Ikuti Kami
Channel WhatsApp Potret Online
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp kamu
Ikuti Sekarang
Tentang Penulis
Muhrain
Media Perempuan Kritis dan Cerdas

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Puisi terbaru untuk dibaca

Populer

Puisi yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir