Oleh: Istiqomah,S.Si
(Fisikawan Demokrasi/Alumni Fisika Universitas Airlangga Surabaya)
Hukum kekekalan energi berkata:
Energi tidak pernah hilang.
Ia hanya berubah bentuk.
Tapi di negeri ini,
ada energi yang tidak berubah menjadi terang.
Ia berubah bentuk menjadi emas.
Menjadi motor listrik.
Bahkan menjadi haji.
Oleh ulah beberapa kolusi.
Mereka pura-pura lupa.
Energi itu berasal dari:
Keringat guru yang gajinya disunat,
Napas petani yang pupuknya menjerit,
Beasiswa mahasiswa yang diiris,
Dan doa pedagang di pasar yang harga sembako terus meroket.
Mereka menyumbang energinya ke sistem.
Dengan pajak. Dengan suara. Dengan sabar. Dengan perih.
Dengan keyakinan bahwa sistem akan mengembalikannya
dalam bentuk jembatan, sekolah, kesehatan, dan kesejahteraan.
Tapi di tengah jalan ada anomali.
Ada gaya gesek bernama korupsi.
Ia menyedot semua energi itu ke ruang hampa.
Ke dalam blackhole kekuasaan.
Tempat matahari keadilan pun tak sanggup bersinar.
Dan yang paling perih
pelakunya bukan lagi “oknum”.
Ia duduk di meja tinggi.
Bertanda tangan di atas kop negara.
Bersumpah di atas kitab suci dan konstitusi.
Lalu merapikan berkas, seolah tak pernah ada bekas.
Ini bukan sekadar “uang” yang hilang.
Ini entropi demokrasi.
Saat keteraturan sengaja dibuat kacau.
Saat kepercayaan publik berubah jadi energi panas yang terbuang,
tanpa pernah jadi kinerja.
Tanpa pernah ada pertanggungjawaban.
Bagaimana bangsa ini bisa maju,
jika resultan gayanya selalu ditarik mundur,
oleh mereka yang seharusnya jadi titik tumpu?
Kini saatnya menjadi titik balik negeri
Untuk bergerak,berubah
Hukum fisika bilang: setiap aksi ada reaksi.
Maka biarlah reaksi itu lahir
dari ruang kelas, dari kewarasan, dari TPS,
dan dari keberanian kita bertanya:
“Sudah kenyang. Mengapa masih menganga?
Bukankah semua yang dilahap, pada akhirnya akan kembali ke tanah?”
Karena bangsa ini belum mati.
Kita masih punya energi untuk melawan.
Hentikan korupsi!
Atau negeri ini akan hancur karena padamnya legitimasi.
Hentikan korupsi!
Atau rakyat akan berteriak “reformasi” lagi
Diskusi