Artikel · Potret Online

Jihan Ainul, dokter Gigi pegiat Read Aloud di Aceh Barat Daya

Penulis Nita Juniarti
Agustus 3, 2026
2 menit baca 6
0899cda4-90d5-49e8-a710-1638163b4df8
Foto / IlustrasiJihan Ainul, dokter Gigi pegiat Read Aloud di Aceh Barat Daya

Oleh Nita Juniarti 

Jihan Ainul, lulusan Fakultas kedokteran Gigi Universitas Syiah Kuala, melakukan inovasi untuk menghilangkan rasa sungkan atau bayangan akan jarum suntik yang terkadang membuat mereka ragu untuk melangkah masuk ke ruang yang ada dokternya. 

Padahal dokter kadang hanya untuk sosialisasi atau kadang begitu mobil ambulan masuk ke sekolah, langsung lari karena takut disuntik. drg.Jihan Ainul yang hobi menghitung plat mobil di jalan ini, mencoba menggali pengetahuan anak melalui baca nyaring sebelum membahas tentang gigi.  

Perpustakaan Desa yang didatangi drg.Jihan adalah penerima bahan bacaan bermutu perpusnas. Perpustakaan Desa Kepala Bandar mulai damai ketika interaksi dimulai oleh drg. Jihan dengan memperlihatkan halaman sampul buku. 

Dengan nada suara yang soft spoken dan ekspresi yang bersahabat, ia mengajak anak-anak menebak gambar, seketika mencairkan suasana dan membangun kedekatan. Hal yang sama terjadi di Sigupai Mambaco saat pertama sekali drg.Jihan menggunakan metode baca nyaring untuk sosialisasi. Antusias tidak berubah ketika buku yang sama dibacakan oleh Najri, pustakawan Desa Seunaloh sebelum drg.Jihan mengisi sosialisasi tentang kesehatan gigi dan mulut. 

Ketika membaca kisah tentang tokoh yang giginya sakit di dalam buku bergambar Gosok, Gosok!, setelah itu baru masuk ke power point, drg.Jihan kemudian menghubungkan jalan cerita dengan karakter film kartun yang akrab di layar kaca anak-anak. “Nah, ingat kan film upin-ipin, gosok giginya bulat-bulat,” ujarnya 

Begitu selesai, anak-anak diajak praktik langsung, ditanyakan apakah sikat giginya sama dengan Sigi milik Amira dalam buku yang baru dibacakan? Anak-anak mengikuti instruksi menyikat gigi hingga berkumur. 

Pendekatan cerita ini menaruh harapan agar menumbuhkan motivasi dari dalam diri anak. Mereka menjadi rajin menyikat gigi di rumah atas kemauan sendiri karena memahami konsep kesehatan lewat cara membaca buku, bukan karena merasa terpaksa. Akan lebih baik bila Orang tua yang mendampingi mendapatkan contoh nyata bagaimana sebuah buku bisa menjadi media komunikasi yang sangat kuat. 

Banyak dari mereka yang terinspirasi untuk mulai mempraktikkan kebiasaan membacakan buku secara nyaring di rumah sebagai ritual pengantar tidur.

Pada akhirnya, kehadiran buku di tangan drg. Jihan berhasil memperkaya ragam metode edukasi yang sudah ada. 

Stigma bahwa pemeriksaan gigi adalah hal yang menegangkan perlahan memudar. Di mata anak-anak, drg. Jihan kini bertransformasi menjadi sosok idola baru: seorang dokter gigi ramah yang pandai menghidupkan cerita lewat  buku bergambar

Ikuti Kami
Channel WhatsApp Potret Online
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp kamu
Ikuti Sekarang
✦ ✦ ✦
Apakah tulisan ini bermanfaat?
Tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Redaksi tidak selalu sejalan dengan isi tulisan.
Tentang Penulis
Nita Juniarti
Media Perempuan Kritis dan Cerdas
Diskusi
Upload foto profil (opsional)
Memuat komentar...