Artikel · Potret Online

Rezeki Tidak Pernah Nyasar

Penulis  Redaksi
Agustus 24, 2026
7 menit baca 2

Empat Pintu Rezeki yang Sering Kita Lupakan

Oleh: Drs. Saiful Bahri, CHRM

Di tengah harga-harga barang naik, PHK di sana-sini, banyak yang bilang: “Rezeki lagi seret nih, mau buka usaha tidak punya modal, tamat kuliah jadi sarjana, tapi susah cari kerja, kalau tidak ada orang dalam” dan berbagai alasan pesimis lainnya.

Jarang yang berpikir “bagaimana caranya agar bisa”. Mereka justru berpikir dan mencari alasan untuk pembenaran diri.

Ingat, orang yang bermental gagal biasanya mengeluh dan mencari alasan karena tidak bisa mencapai tujuan atau target. Orang yang bermental seperti ini apa saja disalahkan. Mulai dari lingkungan yang tidak mendukung, bahkan na’uzubillah, Tuhan pun mereka salahkan. Contohnya ketika ada masalah atau musibah, mereka mengeluh “Ya Tuhan kenapa nasibku begini”.

Kalau menurut saya itu tidak fair menyalahkan Tuhan. Mereka tidak sadar bahwa Allah itu Maha Benar dengan segala firman-Nya.

Kenapa tidak fair? Karena pada saat mereka sukses, katakanlah lulus dalam sebuah tes masuk kerja, yang diterima hanya dia. Kenapa dia tidak bilang kepada Allah “Ya Allah kenapa hanya saya yang lulus?”. Mari introspeksi diri.

Tidakkah kita sadar bahwa rezeki setiap makhluk di muka bumi ini semua telah diatur sedemikian rupa dan sempurna oleh Yang Maha Pengatur?

Lihat saja ayam, pernahkah ayam yang kita lepas mati karena tidak ada makanan? Burung yang terbang ke sana kemari, setiap pulang selalu bawa makanan untuk anak-anaknya. Cicak yang sama sekali tidak bisa terbang, eh makanannya malah makhluk yang bisa terbang yaitu nyamuk, dan sebagainya.

Dan Allah sudah berfirman:

*”Dan tidak suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya”* [QS. Hud: 6]

Jadi masalahnya bukan Allah pelit atau tidak adil. Tapi mungkin 3 pintu rezeki ini yang belum kita buka.

*PINTU 1: PINTU SYUKUR YANG DISEGERAKAN*

Kita sibuk minta tambah, ini dan itu. Minta penghasilan bulanan lebih dari sebelumnya, tapi lupa berterima kasih atas apa yang telah kita miliki.

Padahal Allah berfirman:

*”La in syakartum la aziidannakum”*

_”Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah nikmat kepadamu”_ [QS. Ibrahim: 7]

HP masih nyala, masih bisa baca tulisan ini. Tapi begitu ada HP keluaran terbaru kita ikut-ikutan dan cari cara untuk menggantikan HP baru. Bukan tidak boleh, tapi lihat dulu keperluannya. Kalau memang urgent dan perlu, kenapa tidak?

Kita masih bisa hirup udara gratis. Itu rezeki. Bayangkan ketika sakit harus masuk ruang ICU, untuk bernafas harus pakai oksigen dan itu harus berbayar. Namun tidakkah kita ingat betapa pengasihnya Allah memberikan udara segar yang setiap saat kita hirup tanpa bayar.

Rasulullah  ajarkan: Bangun tidur langsung baca _”Alhamdulillahilladzi ahyaana ba’da maa amaatanaa wa ilaihin nusyuur”_

Syukur itu magnet. Coba 7 hari ini, tiap dapat rezeki sekecil apapun, ucap “Alhamdulillah”. Lihat bedanya.

*PINTU 2: PINTU SILATURAHMI YANG DIPERCEPAT DAN DIMUDAHKAN REZEKI*

Di era digital sekarang ini, dengan WA kita “bisa terhubung ke mana-mana” walau tempat tinggal jauh. Tapi jarang nelpon ibu, jarang nanya kabar saudara dekatnya.

Kadang masalah siraturrahmi sering dianggap spele oleh sebagian orang, padahal dengan silaturahmi bisa memperpanjangnya umur, bisa mempermudah rezeki, kenapa ? karena setelah kita berkunjung ke tempat saudara apa pagi orang rua itu penuh dengan berkah, karena pasti oleh orang tua bilang “terima kasih ya nak telah mengunjungi mama/ ayah” itu doa lho.

Pasti dalam hati orang tua semoga anak -anaknya selalu diberikan kesehatan dan dipermudah segala urusan dunia dan akhirat, namun sebaliknya bila salah satu anak atau saudaranya tidak  saling berkunjung dan saling menyapa pasti orang tua lah orang pertama yang merasa sedih. 

Itu salah satu wujud mudah rezeki karena siraturrahmi yang dikunjung merasa senang karena dikunjungi kalau tidak berkunjung mereka akan sedih, namun kadang tanpa ucapan. Oleh karena itu mulai sekarang sambung tali silaturahmi dengan keluarga, orang tua termasuk teman teman lama yang sudah  lama tak bertegur sapa.  .

Padahal Nabi  bersabda:

*”Siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka sambunglah silaturahmi”* [HR. Bukhari]

Minggu ini coba: Telepon 1 orang yang sudah lama tidak  disapa. Kirim “maaf lahir batin” duluan. Ajaibnya, rezeki sering datang lewat orang yang kita sapa itu.

*PINTU 3: PINTU SEDEKAH SUBUH YANG DISAMAR*

Ini rahasia para pengusaha. Sedekah di waktu subuh.

Malaikat tiap subuh turun membawa 2 doa:

_”Ya Allah, berikan ganti bagi yang berinfak”_ dan _”Ya Allah, hancurkan bagi yang pelit”_ [HR. Bukhari Muslim]

Tidak harus banyak. Rp 5.000 masukan celengan, niat: “Ya Allah, ini buat buka pintu rezeki”.

Lakukan secara kontinu, walau tidak harus 5000, bisa 2000 setiap hari. InsyaAllah rasakan sendiri hasilnya.

Kisah yang sangat mengharukan terjadi pada diri saya.

Saya sering bercerita kepada anak-anak, kadang ketika kami pergi berlibur ke suatu tempat, kami bercerita tentang apa saja yang positif termasuk konsep sedekah. Sedekah yang paling utama adalah sedekah untuk orang tua.

Suatu ketika anak laki-laki saya sudah besar, sudah tamat kuliah. Saya biarkan dia mencari kerja sendiri. Dan alhamdulillah dia dapat kerja. Tahukah Anda apa yang terjadi? Dia dapat gaji pertamanya. Semua gajinya tanpa dibuka amplopnya langsung dia serahkan untuk saya.

Ya Allah, saya sangat terkejut dan terharu sekali. Dengan diam-diam memang dia agak pendiam anaknya.

Saya dan istri sangat terharu dengan sikapnya itu.

Dan saya tidak langsung menolak, tapi dengan halus saya ambil uang itu, lalu kemudian saya serahkan kembali kepada dia dan saya bilang:

_”Nak, uangnya sudah ayah terima dan sekarang ayah kasih kembali untukmu untuk biaya pergi pulang ke tempat kerja. Kan kamu perlu untuk biaya makan dan juga beli bensin motor dalam bulan ini.”_ Begitu kata saya dan dia pun paham maksud saya.

Alhamdulillah sekarang dia mengikuti jejak saya. Salah satu tugasnya adalah bagian Legal di perusahaan baru. Dia sudah bisa mengambil sikap kapan harus resign dan kapan harus bertahan, tentu dengan benefit tertentu baru dia pindah kerja.

Pintu ke empat, Doa. Karena itu sungguh sangat penting sebagai seorang muslim

Betapa tidak karena sebagai orang  yang beriman pastilah ia berdoa  plus kerja keras tentunya.

Doa membuat manusia tidak sombong karena keberhasilannya dan ia tidak mengatakan  “karena memang saya layak lulus karena saya pinter”.

Ini adalah  statement orang sombong. Coba kalau Allah tidak memberikan atau membuka pintu sukses untuk dia, kepintarannya tidak  akan berarti. Dia lupa bahwa di atas langit, ada langit.

Tapi bila kita melangkah dengan doa segala sesuatu yang kita capai, bukan semata mata karena usaha keras kita, tapi ada doa di belakang kita.

Doa ibu , doa anak, doa  pasangan  suami isteri atau bahkan doa orang terzalimi, doa orang perantau yang mencari nafkah untuk  mengubah keadaan ekonomi keluarga.

Sebagai contoh dulu pernah membatin dalam hati saya mengatakan begini “ya Allah  saya  ingin pergi merantau dan bekerja di Jakarta dan saya juga pernah membatin dalam benak saya, ya Allah saya ingin dapat pekerjaan tetap yang  kala itu belum punya pekerjaan tetap hanya jadi guru les private.

Dan benar ada Nya Allah itu maha memberi dengan sifat “RazaqNya, Allah maha Pengasih dan penyayang dengan sifat rahman dan rahimnya. Saya yakin dan haqqul yakin  tentang itu. 

Jadi jangan pernah berputus asa,sebab ada Allah sebagai penolong utama 

pertolongan Allah itu bisa bermacam jalur ada melalui kenalan, lewat siraturrahmi dan sebagainya

*PENUTUP*

Rezeki itu bukan dikejar, tapi dijemput dengan adab.

Buka 4 pintu ini: *Syukur, Silaturahmi, Sedekah Subuh dan doa.

Saya yakin: _Orang yang sibuk bersyukur, tidak punya waktu untuk mengeluh. Dan orang yang mengeluh, menutup pintunya sendiri._

Semoga bermanfaat.

Wallahu a’lam 

Ikuti Kami
Channel WhatsApp Potret Online
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp kamu
Ikuti Sekarang
✦ ✦ ✦
Apakah tulisan ini bermanfaat?
Tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Redaksi tidak selalu sejalan dengan isi tulisan.
Tentang Penulis
Media Perempuan Kritis dan Cerdas
Diskusi
Upload foto profil (opsional)
Memuat komentar...