Oleh Lahmuddin Yurdani
Kulalui kehidupan dengan segenap harapan
Walau harus melewati kerikil kerikil tajam
Aku hidup dalam angan angan bayangan yang menjulang
cita citaku sangat berlebihan
namun mulia dalam harapan..
Aku bagaikan musafir yang tidak tahu arah dan tujuan hingga aku karam di tengah lautan
Dalam kefanaan aku hanyut menuju tepian
namun apa daya deburan ombak menghempaskanku di atas karang yang tajam.
Remuk sudah tulang belulang
namun aku tetap menggapai
Tepian
Dengan secerca harapan
Kadang aku letih
Dalam tangisan
Seakan hidup tiada harapan
Kadang aku tersenyum
dalam kegetiran
dalam keputusasaan
Inikah cobaan
Mengapa aku harus menyerah dengan kegagalan
Mengapa aku bertumpu dengan kemampuan
Bukan kah kekuatan doa melebihi harapan
Azan subuh membangunkanku..
Tetesan air wudhuk mengingatku
arti mimpiku
Darussalam 30 zulhijjah 2010
Diskusi