Puisi

Dapur Penggerak Bangsa

Juli 2026
Oleh: Redaksi


Karya: Istiqomah, S.Si

(Fisikawan Demokrasi/Alumni Fisika Universitas Airlangga Surabaya)

Dalam sistem dapur berlaku hukum kekekalan energi.
Energi tidak pernah hilang, ia hanya berpindah.
Sayang, semua energi hanya tertarik
ke satu kutub yang sama, berulang, tanpa jeda.

Aku mengukur lelah ini dalam satuan Joule.
Mencuci, memasak, mengasuh, merawat, merapikan.
Ini bukan nol. Ini bukan “cuma”.
Ini kerja. Ini yang membuat sistem tetap hidup.

Tapi sistem ini tidak seimbang.
Gaya beratnya hanya bertumpu di satu sisi.
Satu orang menyerap seluruh entropi,
seluruh kekacauan yang harus ditenangkan setiap hari.

Feminis bilang ini pembagian kerja yang timpang.
Yang di ruang privat disebut kodrat,
yang di ruang publik disebut prestasi.
Padahal keduanya adalah fondasi.
Keduanya menggerakkan bangsa.

Aku jenuh. Bukan karena tak cinta bekerja.
Tapi karena energi potensialku habis
hanya untuk menjaga agar rumah tetap indah.
Sementara energi kinetikku untuk tumbuh,
terhambat gesekan norma yang tak pernah diukur.

Bahkan Newton pernah bilang “setiap aksi harus ada reaksi yang sepadan”.
Jika beban dibagikan, maka dukungan pun harus dibagikan.
Jika satu bahu menopang, maka bahu lain harus menguatkan.

Dapur bukan laboratorium satu orang.
Dapur adalah sistem.
Ia butuh kolaborasi.
Setiap penghuni punya peran
tidak ada yang paling dominan

Saat beban domestik dibagi rata, maka efisien akan terjadi.
Waktu tidak lagi habis untuk melawan inersia.
Ruang akan membuka pertumbuhan yang harmonis

Maka mari kita redistribusi. Mari kita hitung ulang.
Pekerjaan domestik bukan milik gender tertentu.
Ia milik setiap manusia yang tinggal dan berteduh

Dari dapur rumah
Mari memberi ruang yang setara.
Untuk perempuan, untuk laki-laki.
Agar energi kami tidak habis di dalam ruang sunyi sendiri,
tetapi bisa dipakai untuk menggerakkan bangsa di ruang publik.
Karena perubahan besar tidak akan lahir
jika setengah dari mesin negeri ini dipaksa diam di tempat

Ikuti Kami
Channel WhatsApp Potret Online
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp kamu
Ikuti Sekarang
Tentang Penulis
Media Perempuan Kritis dan Cerdas

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Puisi terbaru untuk dibaca

Populer

Puisi yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir