Puisi-Puisi Kenangan Tsunami

Desember 2023
Oleh: Redaksi

RINAI HUJAN
Delia Rawanita

Rinai hujan pagi ini
adalah penyejuk duka mengenang syuhada sembilan belas tahun yang lalu
Rinai hujan pagi ini mengantar gaung doa yang dipanjatkan buatmu
Rinai hujan pagi ini adalah nestapa hati buluh perindu

Ya Rabbi..
Airmata yang terus mengalir bukan karena kami tak ridha atas kehendakMu
Airmata ini bukan juga pertanda kami tak ikhlas pada takdir Mu
Airmata yang mengiringi rinai hujan adalah rindu yang tumpah pada kenangan masa lalu
Rindu yang tidak pupus dimakan waktu.

Banda Aceh, 25 12 2

 

DALAM KENANGAN
Delia Rawanita

Bagaimana caranya aku mampu melupakanmu
Di setiap bulan dan tanggal yang sama
Suara debur gelombang pasang mengiang di telinga
Kelebat gelimpangan mayat manusia menari di kepala

Bagaimana caranya aku mampu menahan airmata
Rasa pilu terus merenangi rindu
Menyusup penuh menyesak dada
Membayangkan lambaian tanganmu terus menjauh sementara aku tak mampu berbuat apa apa

Seandainya aku bisa memutar waktu
Tidak akan kubiarkan mereka mendekati laut
Memungut ikan berserakan di pinggir tanpa rasa takut
Mengabaikan gempa melupakan bahaya

Pada gelombang pasang purnama
Kutitip rindu di samudra raya
Kutaburkan ribuan doa doa untuk mereka
Tenanglah arwahmu sampai saatnya tiba

Banda Aceh 25 12 23

Tentang Penulis
Majalah Perempuan Aceh

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Puisi terbaru untuk dibaca

Populer

Puisi yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist