oleh Anto Narasoma
berita pun pecah
ketika cahaya lampu dapur makan bergizi gratis tiba-tiba padam
pidato manis
yang bertabur gula pasir
harus kehilangan suara
saat kejaksaan agung mengikis kepala dadan hindayana
maka,
rambut-rambut itu pun tumbang dan botak
ketika sejumlah kebijakan melesat dari kejujuran
semua plontos !
semua botak !!
segalanya miskin dari kumpulan rambut
di hati yang berserabut ketidakjujuran !!!
maka,
tak ada ruang kosong yang menyekap niat busukmu, dadan
tak ada lagi jalan pulang
untuk berpura-pura
menafkahi gizi gratis bagi rakyatmu
sebab,
mulut dan perilakumu adalah sarang
tikus —setelah daging sapi menjadi bangkai
di dompetmu yang lebih busuk dari kebusukan hatimu sendiri !!
Palembang, 4 Juni 2026
Diskusi