Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Oleh. Juni Ahyar Selamat datang di negeri ajaib,tempat suara rakyatditakar dengan sebungkus mi instandan sebotol minyak goreng murah.Delapan puluh tahun...
aldrinarief di CAFE Buku Reiner Emyot Ointoe Agama tidak datang untuk membuatmu nyaman,ia datang untuk membuatmu jujur.Jujur pada luka,pada kehancuran...
Oleh Sitti Zahara Tarmizi Reranting pohon bernyanyi dengan kencangnya anginDedaunan berguguran satu persatuTanah dengan senang hati menyambutnyaHujan mulai menjatuhkan rintikannyaSeorang...
PuisiAceh Negeri Hujan Air MataKarya Hamdani MulyaGuru SMAN 1 Lhokseumawe Hujan turun deras, membanjiri jalan-jalanMembawa kenangan, luka yang tak kunjung...
Puisi Anto Narasoma:Akhirnya Mati akhirnya,tanah itu terkulai dalam tumpukan kekejian yang membawa kematian bagi tangan-tangan terkulai dalam genangan lumpuryang menyisakan...