Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Puisi Anies SeptivirawanSejak datang pagiAku lahir dari rahim sepiHanyut terbawa air sungai sunyiSejak datang pagiAku lahir dari dua hatiYang berpadu...
Puisi Anies SeptivirawanSeperti sepasang arwah dan jasadTubuhku adalah IndonesiaIndonesia adalah rumah besarBagi inspirasi, inovasi, kreasi, motivasi, dan intuisiyang datang dari...
Naisa Natasa Putri, Swastamita muncul membias bastala dari balik mega,menawarkan warna oranye di antara cakrawala tak berujung,seraya varsha turun menaburkan rintik rinai seolah membuat kalbu menari-nari Setiap vara yang jatuh ke bentala mencipta arumi basah seakan membius atma...
Oleh : Shafa Khumaira (x-ulp) Di balik heningnya Perpustakaan, aku mendengar bisikan halaman. Rak-rak yang berjejeran Menyimpan napas peristiwa yang...