Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Oleh Putri Nanda RoswatiSiswa kelas XIII C, SMA Negeri 1 Peudada, Kabupaten Bireun, Bercerita Sendiri Malam iniaku kembali sendiriMerenung menikmati...
Puisi Rasa Pantun Oleh Juni Ahyar Beli bubur pakai ketan,Duduk santai di pinggir sawah.Baru ngetik langsung ditendang,Katanya spam, padahal dakwah.Minum...
Oleh Mustiar Ar Langit Meulaboh menangis perlahan,doa-doa tua tersesat di jalan.Asap kopi dari kedai kecilmenghangatkan luka dan kisah lirih. Tukang...
Oleh Rizky Ardilla Langkahmu mengantarkan cahaya jiwaBergerak merangkak menerangi relung batin anak anak didik Kata-katamu terpilin indah, bijak, dan teraturMengisi...
Puisi Religi: Karya Juni Ahyar Kamu berjalan di atas punggungku,Menapak sombong, melupa yang Satu.Di setiap langkah, aku berbisik lirih,“Wahai manusia,...