Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Oleh Muslimin Lamongan renik ini masih keliaran sangkalindera sekadar alat tanpa nuranilugas semesta ini adaNyamati logika terkapar rasalabirin mencari sanggah...
https://youtu.be/B6u8WXVYl5E?si=-IJ5SUtOJW1dMIPu Pulau Pinang, Malaysia – Seorang pemuisi muda berbakat, Muhammad Al-Azim Bin Mohd Effendi, kembali dengan karya terbaharunya berjudul Pesanan...
Oleh Juni Ahyar Dengarlah kicau burung-burung bernyanyi,Menjemput mentari pagi yang berseri.Langit tersenyum dengan sinar suci,Pertanda pujian pada Sang Ilahi.Alam raya...
Oleh : Juni Ahyar Izinkan diriku meluahkan rasa,Maafkan andai hati kau terasa,Biar kuceritakan segala duka,Moga engkau tak ulanginya lagi.Sungguh tak...
Oleh Müslimin Lamongan 1996 seperangkat alat sholat kunikahitanpa rupiah emas permatatikar pandan, piring,cangkir kopi kubawa sertasepeda pancal ikut ritualkamar pengantin...