Masih Tentang Cinta
Oleh Endah Wr Cinta itu tidak abadi Cinta itu hanya rasa sesaat yang mudah hilang dan mampu bertahan...
Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin. Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Oleh Endah Wr Cinta itu tidak abadi Cinta itu hanya rasa sesaat yang mudah hilang dan mampu bertahan...
Oleh : Shafa Khumaira (x-ulp) Di balik heningnya Perpustakaan, aku mendengar bisikan halaman. Rak-rak yang berjejeran Menyimpan napas...
Puisi Esai Anies Septivirawan Angin dingin pagi kala itu: Tiga puluh tahun lalu Sudah menjadi lagu Setiap...
Puisi Karya Juni Ahyar Di sini, di batas ketahanan yang rapuh, Aku berdiri, memunggungi kenangan. Bukan karena benci,...
RATAPAN SEMESTA Karya: Kiki Fatmawati Sajak alam terus mengalun terbawa angin Membentuk ratapan pilu sang penanggung malapetaka Dipaksa kuat pada kenyataan pahit ulah manusia Harapan bentala untuk tetap asri seakan hanya angan semata Tak sadar ulah manusia melukai semesta Mentari bahkan hampir tak tersenyum lagi Tak terhitung berapa kali semesta murka Bahkan tak peduli berapa banyak korban bencana Bukan perkara tak percaya wacana manusia Hanya saja sering kali sebatas omong kosong belaka Kini tangisan semesta sudah tak tertata Akankan kalian tetap terus menutup mata? (Matang Cincin, 04...
Bertarung Khayal Karya: Dzakwan Ali merantau bertaruh segenap jiwa dan raga dalam bayang tumbuh pertanyaan mau menabur apa...
Fatamorgana Kursi Oleh Nyakman Lamjame Kursi hanyalah bayang di padang tandus,seperti fatamorgana yang dijadikan oase.Mereka berlari ke arahnya...
SETELAH SEPULUH HARIDelia Rawanita “Aku Pulang “Bu aku pulangHoy lihat aku pulang SepiPandanganku mengitari ruangTerlihat beberapa tikar masih...
Sekumpulan Puisi Karya: S. Sigit Prasojo Aku menghambur di jalan binatang—tempat matahari mengerut seperti puntungdan tanah lebih setia...