Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Cerita Bediding Akhir JuliAngin bediding menyusupiTulang senjakumembuka lembar bukuPada jendela tuaSekolah yang ramahMenyapa lembut pada batin wajah kanakku, adalah segaris...
Jah; (tentangmu) Jah,Tentangmu apa yang belum kupuisikanMalam-malam yang murungHari-hari yang pucatKata-kata yang menggelepar meregang nyawaAtau puisi kusam di rongga dadaSemua...
Puisi: Muslimin Lamongan Maafkan aku, rerumputan,aku yang melangkah tanpa menyapamu,meninggalkan jejak kotor di tubuhmu,menjadikanmu abu dalam nyala yang angkuh.Gelak tawa...