Jejak Luka di Jalan Binatang
Sekumpulan Puisi Karya: S. Sigit Prasojo Aku menghambur di jalan binatang—tempat matahari mengerut seperti puntungdan tanah lebih setia...
Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin. Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Sekumpulan Puisi Karya: S. Sigit Prasojo Aku menghambur di jalan binatang—tempat matahari mengerut seperti puntungdan tanah lebih setia...
Oleh Anto narasoma 1)kang acil,seperti bait terakhirnapasmu terbangmemburu kata-katake dalam syair laguyang menyenandungkansuasana sepi dan pedih sebab,dari perjalanan...
Oleh Muhammad HafizSiswa SMK Negeri 1 Jeumpa, Bireun, Aceh Aku melangkah, pelan tapi pasti,menyusuri lorong waktu yang tak...
Oleh Muslimin Lamongan menggilas kepala anggap permainanmelindas badan anggap kelucuanmelibas masa depan betapa brutalmobil baja jiwa angkaraair mata...
Ibu dan Sebuah Ejaan Lisanku tak pandai mengeja abjadLisanku tak pandai menyebut nama indahmuLisanku hanya pandai merengekMemanggilmu dengan...
Oleh : Hanif Arsyad Al-Fatihah… surah pembuka Kalam-Mu, aku lantunkan di atas tanah negeri ini, yang hijau oleh...
Oleh : Muhammad HafizSiswa SMK Negeri 1 Jeumpa, Bireun, Aceh Ada masa,di mana setiap langkah terasa seperti menembus...
Oleh : Muhammad Hafiz Siswa SMK Negeri 1 Jeumpa, Kabupaten Bureun, Aceh Di sudut bumi Aceh yang permai, Tersembunyi...
Oleh Putri Nanda RoswatiSiswa kelas XIII C, SMA Negeri 1 Peudada, Kabupaten Bireun, Bercerita Sendiri Malam iniaku kembali...