Oleh Muslimin Lamongan
menggilas kepala anggap permainan
melindas badan anggap kelucuan
melibas masa depan betapa brutal
mobil baja jiwa angkara
air mata darah ibu deras nestapa
sudahkah nurani karat baja
dilumasi darah affan lantang jumawa
negara sembunyi jerit tangis iba tiada
sekadar maaf segera lupa banal biasa
nyawa amsal asap rokok dihembus angin senja
di makam, kamboja merintih duka
kembang tak sanggup mekar
rerumputan layu mengapa sirna nurani
manusia menjadi pemangsa sesama
carnivora meranggas sukma
Lamongan, 29 Agustus 2025
Diskusi