Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Oleh Siska AkmalGuru MTs Fathin Al-Aziziyah, Pidie Jaya. Lulusan Universitas Jabal Ghafur, Sigli, Aceh Langit biru yang menyakitkan,sunyi tanpa rintik...
HANCUR SEBUAH KEDAMAIAN DI biru warna alir Tigrisdan kehijauan Eufratesaku menikmati kedamaian. Tiba-tiba jutaanbom merejamkejam. Airmata lalu menyembur ke langitdan...
Oleh Zab Bransah Ini wajah kitaKita adalah kitaTapi bukan kitaBukan siapa-siapaSiapa bilang kitaPotret rupa cinta terlarang.tapi potret dia bukan kitaDia...
Air Tak Menyucikan Di dinding kamar mandi rumahku,ada tulisan kecil:“Jangan lupakan siapa yang memandikanmu.”Tak kutahu siapa menulisnya.Mungkin aku,mungkin Tuhan,mungkin seseorang...
Oleh Alkhair Aljohore Bibirnya berselawat, tangannya berdarahBerjanji damai, menusuk dari arah belakangBendera Islam dikibar di meja rundinganTapi peluru mereka menyasar...