Kami Hanya Ingin Didengar
Puisi Rasa Pantun Oleh Juni Ahyar Beli bubur pakai ketan,Duduk santai di pinggir sawah.Baru ngetik langsung ditendang,Katanya spam,...
Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin. Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Puisi Rasa Pantun Oleh Juni Ahyar Beli bubur pakai ketan,Duduk santai di pinggir sawah.Baru ngetik langsung ditendang,Katanya spam,...
Oleh Juni Ahyar Di sini aku rindu,Menata sepi yang kau tinggalkanBukan hanya rindu padamuTapi pada ketenangan yang dulu...
Oleh Mustiar Ar Langit Meulaboh menangis perlahan,doa-doa tua tersesat di jalan.Asap kopi dari kedai kecilmenghangatkan luka dan kisah...
Oleh: Kang Thohir Jika shohibul hal itu adalah hukumnya makrifat, aku ingin mencintaimu dengan layaknya shohibul hal itu....
Oleh Rizky Ardilla Langkahmu mengantarkan cahaya jiwaBergerak merangkak menerangi relung batin anak anak didik Kata-katamu terpilin indah, bijak,...
Dan aku menemui dirimu lagi malam ini. Di tepi pantai, ketika mataku menyapu bintang-bintang di atas sana. Ombak...
Oleh Juni Ahyar Yang singkat itu waktu,sekejap berlari, tak pernah menoleh.Yang menipu itu dunia,bagai perhiasan kaca yang rapuh...
Puisi Religi: Karya Juni Ahyar Kamu berjalan di atas punggungku,Menapak sombong, melupa yang Satu.Di setiap langkah, aku berbisik...
Oleh Muslimin Lamongan renik ini masih keliaran sangkalindera sekadar alat tanpa nuranilugas semesta ini adaNyamati logika terkapar rasalabirin...