Puisi

Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin. Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.

981 artikel Diperbarui: 17 Juli 2026
Filter: Terbaru Terpopuler Pilihan Editor
Puisi

Keputusan Sepahit Luka

Puisi Karya Juni Ahyar Di sini, di batas ketahanan yang rapuh,  Aku berdiri, memunggungi kenangan.  Bukan karena benci,...

Antologi Puisi

Untaian Puisi Kiki Fatmawati

RATAPAN SEMESTA Karya: Kiki Fatmawati Sajak alam terus mengalun terbawa angin Membentuk ratapan pilu sang penanggung malapetaka Dipaksa kuat pada kenyataan pahit ulah manusia Harapan bentala untuk tetap asri seakan hanya angan semata Tak sadar ulah manusia melukai semesta Mentari bahkan hampir tak tersenyum lagi Tak terhitung berapa kali semesta murka Bahkan tak peduli berapa banyak korban bencana Bukan perkara tak percaya wacana manusia Hanya saja sering kali sebatas omong kosong belaka Kini tangisan semesta sudah tak tertata Akankan kalian tetap terus menutup mata? (Matang Cincin, 04...

Antologi Puisi

Untaian Puisi-Puisi Dzakwan Ali 

Bertarung Khayal Karya: Dzakwan Ali  merantau  bertaruh segenap jiwa dan raga dalam bayang tumbuh pertanyaan mau menabur apa...

Puisi

Fatamorgana Kursi

Fatamorgana Kursi Oleh Nyakman Lamjame Kursi hanyalah bayang di padang tandus,seperti fatamorgana yang dijadikan oase.Mereka berlari ke arahnya...

Puisi

Setelah Sepuluh Hari

SETELAH SEPULUH HARIDelia Rawanita “Aku Pulang “Bu aku pulangHoy lihat aku pulang SepiPandanganku mengitari ruangTerlihat beberapa tikar masih...

# Tadarus Puisi

Jejak Luka di Jalan Binatang

Sekumpulan Puisi Karya: S. Sigit Prasojo Aku menghambur di jalan binatang—tempat matahari mengerut seperti puntungdan tanah lebih setia...

# Tadarus Puisi

BIMBO

Oleh Anto narasoma 1)kang acil,seperti bait terakhirnapasmu terbangmemburu kata-katake dalam syair laguyang menyenandungkansuasana sepi dan pedih sebab,dari perjalanan...

Bireuen

Langkah Panjang Menuju Keabadian

Oleh Muhammad HafizSiswa SMK Negeri 1 Jeumpa, Bireun, Aceh Aku melangkah, pelan tapi pasti,menyusuri lorong waktu yang tak...