🔊
Dengarkan Artikel
Oleh Muslimin Lamongan
renik ini masih keliaran sangkal
indera sekadar alat tanpa nurani
lugas semesta ini adaNya
mati logika terkapar rasa
labirin mencari sanggah eksistensi
lahir biak alamiah sendiri
Dia dibenam purba hikayat tak berarti
nun disukun dianggap imaji
Ibrahim mencariNya disangka alibi
renik melantang dalam tempurung majasi
Dia memanggil semakin jauh berlari
mengelanai sia-sia duniawi
mengendarai sifana renta tanpa sadari
layat itu usai menolak perjalanan abadi
hingga tangis kelayung menjemput
hingga sekarat meronta jerit langit
hanya sunyi waktu telah berlalu
teman sejati pergi, renik tersungkur sesal tiada arti
Lamongan, 26 Juli 2025
📚 Artikel Terkait
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini
Keriuhan Media Sosial atas Kasus Keracunan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
2 Oct 2025 • 55x dibaca (7 hari)
Harmony with Nature: A Global and Islamic Perspective
29 Nov 2025 • 52x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 50x dibaca (7 hari)
Hancurnya Sebuah Kemewahan
28 Feb 2025 • 45x dibaca (7 hari)
Hari Ampunan
1 Mar 2025 • 43x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis.
Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.









