Dengarkan Artikel
Oleh Zulkifli Abdy
Kita laksana dalam perjalanan pergi,
yang jika tidak hati-hati akan merugi
Di jalan telah banyak aral melintang,
juga telah berserakan onak dan duri
Kendati sulit, kita terus berlari
Selalu mawas dan hati-hati,
supaya tak tersesat nanti
Kita telah di tapal batas,
tidak ada pilihan lagi,
tidak juga kembali
Kita mesti pergi,
dan mendaki
Ke puncak
tertinggi
negeri
abadi
Di sana pun mengalir sungai-sungai
Yang menjanjikan kehidupan damai
Kita menuai dari apa yang kita semai
Hidup tak boleh sia-sia jadi bengkalai.
(Beranda Pagi, 19 Desember 2024).
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 198x dibaca (7 hari)
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
12 Mar 2026 • 185x dibaca (7 hari)
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
13 Mar 2026 • 120x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 103x dibaca (7 hari)
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
13 Mar 2026 • 88x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis.
Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.











