Oleh Zulkifli Abdy
Kita laksana dalam perjalanan pergi,
yang jika tidak hati-hati akan merugi
Di jalan telah banyak aral melintang,
juga telah berserakan onak dan duri
Kendati sulit, kita terus berlari
Selalu mawas dan hati-hati,
supaya tak tersesat nanti
Kita telah di tapal batas,
tidak ada pilihan lagi,
tidak juga kembali
Kita mesti pergi,
dan mendaki
Ke puncak
tertinggi
negeri
abadi
Di sana pun mengalir sungai-sungai
Yang menjanjikan kehidupan damai
Kita menuai dari apa yang kita semai
Hidup tak boleh sia-sia jadi bengkalai.
(Beranda Pagi, 19 Desember 2024).
Diskusi