Air yang Mengambil Jalan
Karya Almira Sartika Siswa SMAN 1 Lhokseumawe Air datang dari mana-mana,mengalir cepat di sepanjang jalansampai tidak ada lagi...
Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin. Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Karya Almira Sartika Siswa SMAN 1 Lhokseumawe Air datang dari mana-mana,mengalir cepat di sepanjang jalansampai tidak ada lagi...
Karya: Miftahul Jannah Hujan turun dengan deras,dingin menusuk hingga tulang,membuat malam menidurkan kami,meski tidur tak pernah sepenuhnya tenang....
Karya Teuku Nufail Zharifsyah Siswa SMAN 1 Lhokseumawe Deru langit tak henti menjatuhkan tangis Aroma tanah basah menyelimuti...
Oleh Rosli K. Matari Malaysia kita sudah melupakanindah-indah kenangan,di sungai bayang bertamjernih terendamdaun dan angin, buai-buai kiambang, terataisudah...
Oleh Ansariah S.Pd, Guru SDN 3 Bandar Baru, Pidie Jaya, Aceh Jalan kenanganku selalu berbau Basah,bahkan di musim...
anto narasoma ruang kota begitu terbuka. meski pada batasan sepotong topeng, wajah itu pun tersenyum abadidan anak-anak pun...
anto narasoma ketakutan itu tibaketika badai tsunami datang dengan wajah beringas parasnya yang tegangmelahap perjalanan ombak ketika badai...
Tiga puisi karya Alkhair Aljohore, MalaysiaTajuk : RENTAS KEHIDUPAN 1.Ekspedisi Alami Kehidupan Hidup ini peta terbuka,diwarnai matahari dan...
Oleh Mustiar Ar Dulu ia membunuh tanpa rasa,menyebut luka orang lain itu biasa. Kini giliran itu tiba,jeritnya minta...