Langit Telah Lupa Menangis
Oleh Siska AkmalGuru MTs Fathin Al-Aziziyah, Pidie Jaya. Lulusan Universitas Jabal Ghafur, Sigli, Aceh Langit biru yang menyakitkan,sunyi...
Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin. Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Oleh Siska AkmalGuru MTs Fathin Al-Aziziyah, Pidie Jaya. Lulusan Universitas Jabal Ghafur, Sigli, Aceh Langit biru yang menyakitkan,sunyi...
Oleh Cikgu Sariman Husin Sahabat itu bagaikan cahaya,menerangi hari penuh warna,bersama dalam suka dan duka,setia di saat jiwa...
HANCUR SEBUAH KEDAMAIAN DI biru warna alir Tigrisdan kehijauan Eufratesaku menikmati kedamaian. Tiba-tiba jutaanbom merejamkejam. Airmata lalu menyembur...
Oleh Zab Bransah Ini wajah kitaKita adalah kitaTapi bukan kitaBukan siapa-siapaSiapa bilang kitaPotret rupa cinta terlarang.tapi potret dia...
Tiga puisi karya Dr. Sulaiman Juned, S.Sn., M.Sn., seniman dan akademisi asal Padang Panjang, Sumatera Barat direkomendasikan sebagai...
Oleh Ilhamdi Sulaiman Puisi tak bisa menghentikan perang,seperti doa yang jatuh di antara peluru,tapi ia mampu bertahan di...
Air Tak Menyucikan Di dinding kamar mandi rumahku,ada tulisan kecil:“Jangan lupakan siapa yang memandikanmu.”Tak kutahu siapa menulisnya.Mungkin aku,mungkin...
Oleh Alkhair Aljohore Bibirnya berselawat, tangannya berdarahBerjanji damai, menusuk dari arah belakangBendera Islam dikibar di meja rundinganTapi peluru...
PENGORBANAN AYAH HINGGA HUJUNG NYAWA ...