Puisi-Puisi Alkhair Aljohore@ Untuk Aceh
“Empat Pulau yang Menangis“ Empat pulau bukan sekadar tanah, ia nyawa dalam dada rakyat. Dari Sabang ke Simeulue,...
Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin. Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
“Empat Pulau yang Menangis“ Empat pulau bukan sekadar tanah, ia nyawa dalam dada rakyat. Dari Sabang ke Simeulue,...
Raja ampatBy. Halimah Munawir Raja Ampat,Bukan sekedar legenda4 manusia terlahir dari telur.Dan di pelihara seorang ibu. Ia Surga...
Nama saya Gandazon H. Turnip kelahiran tahun 1998 berasal dari Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Saya aktif menulis puisi...
Oleh Muslimin Lamongan alam benakmu sirna bijak manusiawimerasa membeli janji-janji bertabur mimpimulut busa basi dicuci orasi apel merah...
Oleh: Yoss Prabu Seperti bara api yang menari di atas tungku buatan sendiri.Bau arang dan lemak menari bersama...
Oleh Tabrani Yunis Pulau Panjang, Mangkir Ketek, Mangkir Gadang dan Lipan Tidak seperti Pulau Sipadan dan Ligitan Yang...
Oleh Tabrani Yunis Negeri mutu manikam berkabut gelap Yang terbentang di garis Khatulistiwa Apakah ada matahari yang disadap ...
Oleh Nyakman Lamjame Aku hijau,lahir dari bisik pagi yang berembun,dari rintik lembut menyejukkan pucuk daun,dari hembusan angin yang mengurai rahasia...
Ilusi Luka Oleh: Indra Mardiani Bagaimana hendak kau angkat wajahmu,Jika luka terlalu dalam terukir?Terlalu lebar kau hias guratnya,Hingga...