Puisi Religi: Karya Juni Ahyar
Kamu berjalan di atas punggungku,
Menapak sombong, melupa yang Satu.
Di setiap langkah, aku berbisik lirih,
“Wahai manusia, dunia ini bukan milikmu.”
Aku bumi, saksi dari semua nafsu,
Air mataku adalah hujan yang menetes pilu.
Aku menanti, bukan untuk membalas dendam,
Tapi untuk mengingatkan: hidup ini hanya persinggahan malam.
Ingatlah, pada akhirnya, kamu di perutku,
Aku dekap tubuhmu dalam sunyi yang bisu.
Tak ada harta, tak ada kuasa, tak ada nama,
Semua luluh, menjadi debu bersama.
Kullu nafsin zaikatul maut,
Tiap jiwa akan meneguk takdir maut.
Saat waktu berhenti, saat nafas terhenti,
Hanya amalmu yang menuntunmu pergi…
Diskusi