Sabtu, April 18, 2026

Pesta Kematian Tuhan

Maret 2026

Oleh: Syarifudin Brutu

​Di beranda ini, tanah masih menyimpan sisa bah

Lembab oleh air mata yang belum sempat mengering

Namun di atasnya, api tetap bertahta—

Membakar sisa-sisa harapan yang dipaksa tidur

Di dalam pelukan nasib yang hangus.

​Kami adalah pabrik asap yang tak pernah libur

Mengirim doa-doa yang berlari tunggang-langgang

Mengejar Sang Maha Kuasa di balik awan

Sebab di bumi, telinga-telinga telah disumbat

Oleh emas dan bisingnya tepuk tangan dunia.

​Tuan-tuan sedang sibuk menjahit jas baru

Berdialog mesra dengan bangsa-bangsa jauh

Bertukar senyum di karpet merah yang licin

Sementara di sini, di tanah yang katanya berdaulat

Anak-anak masih mengeja lapar di bawah atap bocor.

Hari ini…

Hamba-hamba kekuasaan itu berpesta

Gelas-gelas berdenting merayakan matinya nurani

Mereka memotong kue di atas nisan keadilan

Seolah-olah Tuhan telah lama mereka makamkan

Dalam tumpukan berkas administrasi dan janji.

​Aceh masih memar, tapi mereka sibuk berkaca

Mempercantik wajah di depan kamera dunia

Sambil membiarkan kami tetap terbakar

Di atas tanah yang basah oleh keringat sendiri.

Tentang Penulis
Syarifudin Brutu, akrab disapa Syarif, merupakan mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dari Universitas Syiah Kuala. Saat ini ia menetap di Banda Aceh dan aktif membagikan karya serta pemikirannya melalui akun Instagram @aksara_arunika. Untuk kepentingan korespondensi, ia dapat disapa melalui WhatsApp di 085763055727 atau email Syarifbrutu1@gmail.com.

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Puisi terbaru untuk dibaca

Populer

Puisi yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist