Perjalanan Suci Sang Mentari
Oleh Tabrani Yunis Hujan pagi ini Datang lebih dini Sebelum mentari meniti hari Mengikis embun jatuh ke bumi...
Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin. Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Oleh Tabrani Yunis Hujan pagi ini Datang lebih dini Sebelum mentari meniti hari Mengikis embun jatuh ke bumi...
anto narasoma o, bukan sekadar wujud yang saling berjajar satu sama lain karena jari-jari dari berbagai bentuk,selalu menyapa...
MENGENANG IBUDelia Rawanita Perlahan kususuri rumah iniBegitu lama tak berpenghuniTampak debu menebar pengap tanpa cahaya Ku teruskan langkah...
Oleh Tabrani Yunis Dik Mari duduk merapat sejenak Tataplah mataku dan lihatlah Adakah pandangan dan penglihatanku masih lurus...
DETAK YANG KEMBALI KEPADA-MU Detak jantung yang bersajakbukan milikkuia hanya meminjam bunyiuntuk menyebut nama-Mu Setiap denyut adalah tasbihyang...
Oleh Mustiar Ar Ia Aceh, lahir dari tanah yang tak suka tunduk.Langkahnya ditempa ombak dan doa panjang.Ia diam...
Puisi 1 IBU YANG MENJAHIT LUKA ACHEH Ibu tidak sempat menutup jendela banjir menggoncang tanpa amaran di dadanya,...
Oleh Alkhair Aljohore Kami menulis bukan menunjukKami menulis untuk fahamKata datang dari sunyiBukan dari dada sombong Ilham itu...
Halte Kita terus mencari perhentian semu padahal hakikat diri kita ialah temu Manusia selalu menjelma sebuah pisau yang...