Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Rositah IbrahimSebatas Usia Garing petangAngin melayah, liukDaun-daun luruhAda yang mencatat namamu. Hidup lelah-payahKini ternoktahPada garis takdir. Ruang ingatan kamiMemeta setaman...
Karya: Miftahul Jannah Hujan turun dengan deras,dingin menusuk hingga tulang,membuat malam menidurkan kami,meski tidur tak pernah sepenuhnya tenang. Air merembes...
Oleh Rosli K. Matari Malaysia I. kita sudah melupakanindah-indah kenangan,di sungai bayang bertamjernih terendamdaun dan angin, buai-buai kiambang, terataisudah lama...
anto narasoma ketakutan itu tibaketika badai tsunami datang dengan wajah beringas parasnya yang tegangmelahap perjalanan ombak ketika badai yang dipenuhi...
Tiga puisi karya Alkhair Aljohore, MalaysiaTajuk : RENTAS KEHIDUPAN 1.Ekspedisi Alami Kehidupan Hidup ini peta terbuka,diwarnai matahari dan hujan,dalamnya gurun,...