Puisi

Secarik Takdir

Mei 2026
Oleh: Redaksi

Oleh Mursyidah

Keputusan  yang tertulis diatas lembaran lembaran ketetapan .

Terukir tiap tulisan dengan pena beragam warna.

Menghias lembar demi lembar dengan berbagai corak. 

Setiap umat punya secarik surat yang  penuh Sirat.

Ada yang  memilih corak di atas lembar berwarna indah seranum tomat,dipenuhi lambang plakat terhormat,namun jauh dari zat pemilik jagat. otulah umat yang telah terjerat istidraj.

Ada jua yang  lebih suka corak sederhana tiada warna biasa saja,tetapi amat dekat dengan sang maha Rahmat .

Itulah secarik surat yang tertulis dan dipilih sitaat.

Yang lebih penat, bagi yang memilih tinta hitam dan pekat.

 Hanya corak tersirat yang tak terlihat ,bahkan ia dengan corak hitam nan pekat hampir tersesat,hanya hal tersirat yang mampu mengiring ke jalan yang bernama hidayah tiada yang sangka. 

 Ingat setiap umat punya secarik takdir.

 Hasil mupakat hebat dengan zat pemilik jagat.

 Jika tiba saat yang berat maka iringi dengan munajat yang lazat.

   Tanpa perlu merasa penat.

    Sebab sang pemilik secarik takdir lebih tau saat yang tepat.

    Karna tak selalu terukir corak yang pekat ,karna kadang kala banyak nikmat dan lezat yg sering tak diingat..

 Keputusan  yang tertulis diatas lembaran lembaran ketetapan .

Terukir tiap tulisan dengan pena beragam warna.

Menghias lembar demi lembar dengan berbagai corak. 

Setiap umat punya secarik surat yang  penuh Sirat.

Ada yang  memilih corak di atas lembar berwarna indah seranum tomat,dipenuhi lambang plakat terhormat,namun jauh dari zat pemilik jagat. otulah umat yang telah terjerat istidraj.

Ada jua yang  lebih suka corak sederhana tiada warna biasa saja,tetapi amat dekat dengan sang maha Rahmat .

Itulah secarik surat yang tertulis dan dipilih sitaat.

Yang lebih penat, bagi yang memilih tinta hitam dan pekat.

 Hanya corak tersirat yang tak terlihat ,bahkan ia dengan corak hitam nan pekat hampir tersesat,hanya hal tersirat yang mampu mengiring ke jalan yang bernama hidayah tiada yang sangka. 

 Ingat setiap umat punya secarik takdir.

 Hasil mupakat hebat dengan zat pemilik jagat.

 Jika tiba saat yang berat maka iringi dengan munajat yang lazat.

Tanpa perlu merasa penat.

Sebab sang pemilik secarik takdir lebih tau saat yang tepat.

 Karna tak selalu terukir corak yang pekat ,karna kadang kala banyak nikmat dan lezat yg sering tak diingat.

Tentang Penulis
Majalah Perempuan Aceh

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Puisi terbaru untuk dibaca

Populer

Puisi yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir